Rabu, 12 Agustus 20

Jalan Panjang Perburuan Maria Pauline Lumowa, Tersangka Pembobol BNI

Jalan Panjang Perburuan Maria Pauline Lumowa, Tersangka Pembobol BNI
* Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobolan BNI cabang Kebayoran Baru, sudah menjadi buron sejak 2003. (Foto: Tirto)

Jakarta, Obsessionnews.com — Tersangka kasus dugaan pembobolan Bank BNI 46 senilai Rp 1,7 triliun Maria Pauline Lumowa akhirnya ditangkap oleh Kementerian Hukum dan HAM yang dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Maria Pauline ditangkap di Serbia berkat kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Serbia.

Delegasi Indonesia pimpinan Yasonna Laoly yang membawa pulang Maria tiba di Bandara Soekarno-Hatta,Tangerang, Kamis (9/7/2020) siang, usai diekstradisi dari Serbia. Maria terpantau turun dari pesawat Garuda Indonesia sekitar pukul 10.47 WIB.

Maria tampak mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan terikat dan mulut ditutupi masker. Seusai turun dari pesawat, Maria tampak didampingi seorang polisi berseragam bersama petugas Bareskrim Polri serta petugas Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Dengan gembira, saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari Pemerintah Serbia,” kata Yasonna.

Yasonna mengungkapkan proses pemulangan ini sempat mendapat gangguan karena Indonesia-Serbia belum terikat perjanjian ekstradisi. Menurut Yasonna, Maria sempat ingin melepaskan diri, namun tidak jadi karena akhirnya proses ekstradisi berjalan baik.

“Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan. Sempat ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi, juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud,” ujar Yasonna.

“Dalam pertemuan kami, Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga kembali menggaris bawahi komitmen tersebut. Proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara,” sambungnya.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari orang dalam karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI. Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tidak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, tetapi Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003, sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.