Rabu, 20 November 19

Jalan Panjang Karier Politik Jokowi: Dari Wali Kota Solo Hingga Presiden Dua Periode

Jalan Panjang Karier Politik Jokowi: Dari Wali Kota Solo Hingga Presiden Dua Periode
* Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Jokowi Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin akan dilantik sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Bagi Jokowi ini merupakan kesempatan kedua didapuk sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Jokowi mengukir perjalanan karier politik yang panjang hingga menjadi Presiden RI ketujuh yang menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014. Lalu di periode kedua ini, Jokowi berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Berawal dari Wali Kota Solo

Perjalanan karier politik Jokowi dimulai saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo pada tahun 2005. Bahkan dari keikutsertaannya yang pertama kali, ia langsung dinyatakan menang dalam pemilihan tersebut berpasangan dengan F.X. Hadi Rudyatmo sebagai Wakil Wali Kota.

Pada Pilkada Kota Solo 2005 kala itu, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai calon wali kota. Ia berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan persentase suara sebesar 36,62 persen.

Setelah terpilih, dengan berbagai pengalaman pada masa muda, ia mengembangkan Solo yang sebelumnya buruk penataannya. Meski harus menghadapi berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan, di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas dalam dan luar negeri.

Di bawah kepemimpinannya, bus Batik Solo Trans diperkenalkan, berbagai kawasan seperti Jalan Slamet Riyadi dan Ngarsopuro diremajakan, dan Solo menjadi tuan rumah berbagai acara internasional. Berkat pencapaiannya ini, pada 2010 ia terpilih lagi sebagai Wali Kota Solo dengan suara melebihi 90 persen.

Maju Pilgub DKI

Karier Jokowi kian menanjak. Pada 2012, ia dicalonkan oleh PDIP sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia didampingi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Wagub.

Hebatnya, Jokowi kembali menang pada putaran pertama. Jokowi-Ahok mengumpulkan suara sebanyak 42,60 persen dan lolos ke putaran kedua. Pada putaran selanjutnya, Jokowi-Ahok bersaing dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang mendapat suara 34,05 persen pada putaran pertama.

Kampanye unik Jokowi-Ahok dengan seragam kemeja kotak-kotak sepertinya bikin penasaran warga Ibu Kota. Terbukti berkat kampanya tersebut, sosok Jokowi beberapa kali viral di media sosial. Hasilnya, pasangan ini kembali menang di putaran kedua dengan mengumpulkan sebanyak 53,82 persen suara.

Dari kursi Wali Kota Solo, kini Jokowi menaklukkan singgasana pemimpin Ibu Kota Indonesia.

Jadi Calon Presiden 2014

Setelah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas Jokowi melejit berkat rekam jejaknya yang baik dan pendekatannya yang membumi dan pragmatis, seperti yang ditunjukkan melalui program “blusukan” untuk memeriksa keadaan di lapangan secara langsung. 

Akibatnya, Jokowi merajai survei-survei calon presiden dan menyingkirkan kandidat lainnya, sehingga muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden.

Kepercayaan PDI-P dengan Jokowi tampaknya sangatlah besar. Baru berselang dua tahun di masa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sudah kembali diusung untuk maju mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Saat itu, Jokowi yang menggandeng Jusuf Kalla di posisi calon Wakil Presiden berhadapan dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Lagi-lagi Jokowi menunjukkan kemampuannya dalam meyakinkan masyarakat. Suami dari Iriana ini menang dengan mengumpulkan 53,15 persen suara. Jokowi pada akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia. Ia tercatat sebagai presiden ke-7 RI setelah memenangkan Pemilu 2014.

Bersama Jusuf Kalla, Jokowi mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh 46,85 persen suara, sesuai keputusan KPU RI pada 22 Juli 2014. Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik pada 20 Oktober 2014, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Jadi Presiden Dua Periode

Pada Pilpres 2019, Jokowi mengajak KH Ma’ruf Amin menang atas pesaingnya yakni pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah. Dengan demikian, Jokowi kembali memimpin Indonesia hingga tahun 2024 mendatang.

Sebelum sukses dalam karier politik, Jokowi sebenarnya berasal dari keluarga sederhana. Rumahnya pernah digusur tiga kali ketika dia masih kecil. Namun, ia mampu menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, dia menekuni profesi sebagai pengusaha mebel. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.