Jumat, 29 Oktober 21

Jaksa Agung: Pertukaran Terpidana Tidak Lazim dan Tak Relevan

Jaksa Agung: Pertukaran Terpidana Tidak Lazim dan Tak Relevan

Jakarta, Obsessionnews – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dalam waktu yang tidak lama lagi akan melaksanakan eksekusi kepada 10 terpidana mati kasus narkoba tahap dua. Eksekusi mati tersebut rencananya bakal dilakukan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Namun, menjelang eksekusi ada wacana Menteri Luar Negeri Australia , Julie Bishop menawarkan pertukaran terpidana kepada pemerintah Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo menilai, pertukaran itu dianggapnya tidak lazim dan tak relevan.

“Saya hanya dengar ‎isu-isunya itu, saya rasa nggak lazim, tidak ada seperti itu. Karena belum dilaksanakan dan tawarannya tidak relevan dengan apa yang akan kita lakukan,” ujar Prasetyo di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015).

Yang pasti, lanjut Prasetyo, pertukaran seperti itu tidak pernah dilaksanakan oleh pemerintahan Indonesia dan tidak pernah terpikirkan. Jadi, hukuman mati akan tetap dilaksanakan.

“Kan sudah kita rencanakan hukuman mati yang semua hak hukumnya telah terpenuhi ya itu yang akan kita jalankan,” tegasnya.

“Kalau wacananya yang disampaikan oleh Menlu Australia itu kita tampung saja, apakah itu bisa dipenuhi atau tidak kan tergantung kita,” tambah Prasetyo.

Prasetyo mengaku, kalau pihaknya belum pernah komunikasi dengan Menlu Australia terkait pertukaran terpidana tersebut. “Saya tidak pernah komunikasi Menlu yang di sana, tentunya Menlu sama Menlu ya. Saya katakan itu sulit dan saya rasa tidak perlu dipertimbangkan,” ucapnya.

Menurut dia, sebenarnya Indonesia dan Australia pernah melakukan semacam kesepakatan bersama, bahwa kedua negara itu akan menghargai kedaulatan hukum masing-masing. “Mustinya komitmen itu harus dihargai, harus menjadi acuan,” ungkap Prasetyo. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.