Jumat, 22 Oktober 21

Jaksa Agung Minta Wartawan Tanyakan Eksekusi Aset Supersemar ke PN Jaksel

Jaksa Agung Minta Wartawan Tanyakan Eksekusi Aset Supersemar ke PN Jaksel
* Jaksa Agung HM Prasetyo.

Jakarta, Obsessionnews – ‎Sesuai putusan Peninjauan Kembali (PK) MA, 8 Juli 2015 Yayasan Supersemar diwajibkan membayar kerugian ke negara sebesar 315 juta dolar AS dan Rp139,2 miliar setara sekitar Rp4,4 triliun.

Namun, sampai saat ini Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) selaku eksekutor belum juga melakukan eksekusi terhadap aset-aset yang dimiliki oleh yayasan Supersemar, walaupun data-data aset Yayasan Supersemar sudah diberikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ketika ‎Jaksa Agung HM Prasetyo disinggung mengenai pelaksanaan eksekusi aset yayasan Supersemar, dia meminta awak media massa untuk menanyakan langsung ke PN Jaksel yang merupakan eksekutor.

“Jangan tanya ke saya, tanya langsung ke mereka (PN Jaksel),” ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu (13/3/2016).

Dia menegaskan Kejagung melalui Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negera (Jamdatun) dan Pusat Penelusuran Aset (PPA) telah menyerahkan data verifikasi aset yang dimiliki Yayasan Supersemar.

“Kan kita sudah serahkan, kita sudah siapkan data-data ke mereka,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum juga mengeksekusi aset Yayasan Supersemar senilai Rp 4,4 triliun dengan dalih masih verifikasi aset yang diserahkan Kejaksaan Agung masih belum rinci.

Padahal seejumlah aset yang diserahkan oleh Kejagung ke PN Jaksel berupa deposito, bilyet dan giro di sejumlah bank dan tanah di Jakarta dan Bogor. Serta, aset tidak bergerak, berupa kendaraan.

Sesuai putusan Peninjauan Kembali (PK) MA, Yayasan Supersemar diwajibkan membayar kerugian ke negara sebesar Rp4,4 triliun. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.