Sabtu, 4 Desember 21

Jakarta Butuh Sosok Pemberani Seperti Ahok

Jakarta Butuh Sosok Pemberani Seperti Ahok
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Obsessionnews – Ahok, demikian panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, akan maju sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Dia mendapat dukungan dari para relawan Teman Ahok yang melakukan pengumpulan sejuta KTP. (Baca: Mei Ahok Mantap Deklarasikan Cagub DKI)

Teman Ahok bermanuver mengumpulkan KTP sejak Juni 2015. Total KTP yang telah terkumpul hingga Jumat (19/2/2016) telah mencapai 717.669 KTP. Para relawan yang mayoitas anak-anak muda tersebut menargetkan sejuta KTP terkumpul pada Mei 2016. Bila hal itu menjadi kenyataan, maka di bulan itu Ahok mendeklarasikan diri sebagai cagub. (Baca: Ahok Sambut Baik Dukungan PAN dan Hanura)

Sementara itu Partai Nasdem secara resmi memberikan dukungannya kepada Ahok, Jumat (12/2). Dukungan Nasdem itu tanpa syarat. Artinya, partai besutan Surya Paloh ini mempersilakan Ahok maju lewat jalur independen, dan Nasdem membantu Teman Ahok menggenjot pengumpulan sejuta KTP. (Baca: Teman Ahok Acungkan 2 Jempol Untuk Nasdem)

Bakal majunya Ahok pada Pilkada DKI 2017 menarik perhatian Sumanto Al Qurtuby PhD, Profesor antropologi dan sosiologi di King Fahd University, Arab Saudi. Sosiolog asal Indonesia ini berterus terang tak mengenal Ahok dan bukan tim sukses Ahok. Namun, ia memberikan dukungan moral kepada Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017. (Baca: Duet Ahok-Samad Bikin Ngeri Koruptor)

Sumanto menilai Ahok adalah adalah pemberian Tuhan untuk Jakarta. “Saya mendukung Ahok karena kualitasnya, performanya, kinerjanya, dedikasinya, komitmennya, kecerdasannya, ketegasannya, “kebersihannya”, kejujurannya, keberaniannya dan nya-nya yang lain,” katanya seperti dikutip Obsessionnews.com dari akun Facebooknya, Sabtu (20/2/2016). (Baca: Dukungan Untuk Ahmad (Ahok-Samad) Terus Mengalir dari Netizen)

Menurutnya, Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang bersih, tegas, dan berani membongkar jaringan koruptor dan “preman politik” yang bergentayangan di setiap gang, bukan orang-orang korup bermental kerdil bin picik.

Sumanto berpendapat, Jakarta membutuhkan sosok pemimpin seperti singa yang gagah perkasa mengawal padang savana atau rajawali yang bercakrawala luas, bukan “tikus empang” yang kotor dan rakus menggerogoti makanan atau kodok yang ngumpet dalam tempurung.

Dia juga mengungkapkan, Jakarta membutuhkan figur pemimpin seperti burung hantu yang jeli, tajam, dan mampu melihat dalam kegelapan guna membongkar rombongan “serigala berbulu domba” dan membersihkan “setan gendruwo bertampang malaikat”.

“Jakarta butuh sosok seperti Ahok. Bukan figur-figur pecundang yang hobi menggalang sentimen agama dan etnis untuk kepentingan perutnya sendiri dan kelompoknya,” pungkasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.