Kamis, 21 Oktober 21

Jahja Setiaatmadja: Life Time Achievement

Jahja Setiaatmadja: Life Time Achievement
* Presiden Direktur PT Bank Central Asia, Tbk., Jahja Setiaatmadja.

Obsessionnews – Nama Jahja Setiaatmadja tak bisa dilepaskan dari kesuksesan PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) menjadi bank swasta nasional terbesar saat ini. Sepanjang perjalanan karirnya, ia telah menorehkan banyak pencapaian penting bagi BCA yang secara langsung maupun tidak langsung, juga telah ikut memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Sejak duduk sebagai Presiden Direktur BCA pada tahun 2011, ia tetap menjadi sosok yang sederhana. Jabatan tinggi yang disandangnya ternyata tak mampu menghapuskan sikap kebersahajaan dirinya. Kepada siapapun dan di manapun, suami dari Winny Surjawidjaja ini tak pelit untuk memberikan sekadar senyum dan berbasa-basi sebentar kepada mereka yang menyapanya. Itulah kesan yang selalu tampak setiap kali Men’s Obsession mewawancarainya.

Seperti ketika Men’s Obsession menemuinya di akhir Januari 2016 di Kantor Cabang Utama (KCU) BCA, Thamrin, Jakarta. Sepanjang perjalanan dari ruangannya ke KCU yang berada di lantai bawah kantor pusat BCA, Jahja membalas senyum orang-orang yang mengenalnya. Bahkan menyediakan waktu untuk sekadar berbincang dan ber-selfie ria dengan para karyawan dan menyapa hangat petugas Satpam.

Namun di balik sosok humble yang lahir dari keluarga karyawan Bank Indonesia dengan kehidupan pas-pasan di waktu kecil ini ada semangat besar yang mampu memimpin dan membentuk tim tangguh untuk membesarkan sebuah bank yang pernah jatuh bangun di masa lalu.

Pria yang berkarier di BCA sejak 1990 ini sepertinya sudah “mewakafkan” hidupnya bagi BCA hingga bank ini terus tumbuh dan berkembang sebagai bank swasta nasional terbesar di Tanah Air dari sisi aset dan jumlah nasabah loyal. Jika diukur sejumlah indikator perbankan (CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR, Cost to Asset Ratio, pertumbuhan kredit, pertumbuhan biaya operasional, dan pertumbuhan pendapatan operasional) per 31 Desember 2014, BCA bahkan menjadi bank umum terbaik di Indonesia.

Bahkan, hasil riset dan survei konsumen terhadap lebih dari 350 merek dalam 28 kategori yang dilakukan lembaga global terkemuka Millward Brown pada Agustus 2015, menempatkan BCA di peringkat teratas The BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesia Brands 2015. Bank BCA memiliki nilai valuasi tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai Rp136,9 triliun.

Bekerja selama 12 jam sehari dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam, ia mampu membangun dream team yang membanggakan. Karena ia selalu menekankan bahwa dirinya bukan seorang super hero yang bisa mengatasi persoalan sendiri tanpa sebuah kerjasama yang baik.

Ya, Jahja bekerja dengan menunjukkan keteladanan, bukan saja bagi segenap karyawan BCA, tapi bagi khalayak luas. Misalnya, ia senantiasa menekankan pelayanan prima kepada nasabah, membawa perusahaan tak hanya mendapat profit lebih besar namun juga nilai branding yang kokoh, dan bertekad membuat BCA menjadi tempat berkarya bagi lebih banyak orang.

Selain itu, dalam memimpin, Jahja terus menjaga moral karyawan sebaik-baiknya, menerapkan prinsip bottom-up dan feedback, dan selalu menekankan kepada karyawan agar menjadi orang yang ramah dan manusiawi. Totalitas dan dedikasinya dalam bekerja, didukung filosofinya yang genuine dan utuh dalam mengemban amanat, telah memberi keteladanan dan inspirasi yang luar biasa bagi segenap karyawan BCA dan masyarakat bangsa secara keseluruhan.

Karena bagi Jahja, keberhasilan sebuah bisnis adalah bukan hanya dilihat dari hitung-hitungan untung dan rugi atau besar dan hebatnya bank yang dipimpin, tapi sejauhmana bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Filosofi saya yang penting bukan terbesar atau terhebat, tetapi berapa besar kita bisa memberikan kontribusi kepada ekonomi masyarakat, mendukung ekonomi, memberikan kemudahan untuk transaksi pembayaran. Karena kalau Anda amati, kita bersyukur di Indonesia ini kalau kita transfer uang nggak kena fee. Paling kena 5 ribu rupiah. Tapi coba Anda transfer ke Sydney, Perth, Australia, itu kita bisa dikenakan minimal 600 ribu Anda harus bayar.

Jadi bayangkan, kalau kita tidak bisa menolong memberikan network yang bagus, maka berapa besar masyarakat harus mengeluarkan dana jika ini dimonopoli bank asing. Jadi, justru itu yang harus kita pertahankan. Saya sebetulnya cukup gembira kalau bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kalau harus ingin jadi nomor satu, wah itu ibarat pohon puncaknya selalu goyang, ditiup kiri-kanan, mendingan di tengah-tengah dikit lah,” paparnya sambil tertawa.

Dalam perbincangan hangat dengan Men’s Obsession, Jahja memang banyak mengumbar tawa, karena ia bercerita tentang banyak hal mengenai dirinya. Mulai dari kesukaannya berbatik hingga prestasinya di lapangan golf. Semuanya terekam dalam laporan cover story Majalah Men’s Obsession edisi Maret 2016. [] (Naskah: Sahrudi/Giatri Fachbrilianti)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.