Rabu, 20 Oktober 21

Jahja Setiaatmadja: Golf dan Quality Time Sang Pemimpin

Jahja Setiaatmadja: Golf dan Quality Time Sang Pemimpin
* Presiden Direktur PT Bank Central Asia, Tbk., Jahja Setiaatmadja.

Obsessionnews – Jika bertanya apa kendala terberat yang dihadapi Jahja dalam berkarir? Salahsatunya adalah membagi waktu. Ya, dengan load kerja yang super tinggi, tentu membagi waktu dalam seminggu bukan perkara mudah.

Misalnya membagi waktu antara tugas dan berolahraga. Tapi, bukan Jahja Setiaatmadja jika kemudian ia tak bisa mengatasi kendala tersebut.

“Kalau bicara kendala dan mengatasinya, pertama dalam soal membagi waktu. Begini ya, artinya setiap orang kan punya waktu yang terbatas, kemampuan juga terbatas, sebab itu saya coba membagi waktu baik untuk bekerja, kesehatan. Karena itu saya kan juga golf, berenang setiap hari, disamping juga setiap minggu saya pergi ke gereja.

Jahja - 5Ya keseimbangan daripada lahir-bathin, itu satu. Saya sadar waktu dari hari Senin sampai Jumat, kita full. Pulang sampai malam tak apa-apa, tapi di segi lain kalau dikatakan cukup, waktu yang ada itu kurang, tetapi kita sebagai management harus bisa me-manage waktu kita sendiri makanya yang ada itu tercukupi,” ucapnya.

Katakanlah di hari Sabtu, Jahja selalu menyediakan separuh hari tersebut untuk bermain golf. Tak sekadar rileks dengan memukul si bola kecil bundar, tapi lebih dari itu, di lapangan nan menghijau itulah ia kerap bersosialisasi dengan rekan-rekan dan mendapatkan suasana rileks yang menyehatkan.

“Malamnya saya selalu mengajak isteri apakah ke acara pernikahan, kadang kita makan bersama, dan lainnya. Hari minggu saya sengaja meluangkan penuh untuk keluarga jadi dengan demikian mencari keseimbangan. Untung juga isteri mengerti,” ia tersenyum.

Tampaknya, golf menjadi olahraga pilihan hatinya. Selain renang yang hanya dilakukan di kolam renang pribadinya, golf selalu dilakukan Jahja di berbagai lapangan tak hanya di Jakarta kadang bisa di luar kota.

Bahkan setiap Jumat pagi, sebelum berangkat ke kantor, Jahja yang meraih handicap 18 ini selalu menyempatkan diri satu atau dua jam memukul bola dengan stik. Turnamen demi turnamen, pun ia lakoni.

Tak heran jika belasan piala dan penghargaan ia terima dari berbagai turnamen, di antaranya “Hole in One, di Hole 5 Par 3 pada 5 April 2013 di Pondok Indah Golf. [] (Naskah: Sahrudi/Giatri Fachbrilianti).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.