Selasa, 26 Oktober 21

Jagung Jadi Pilihan Ketika Harga Beras Melonjak

Jagung Jadi Pilihan Ketika Harga Beras Melonjak

Temanggung, Obsessionnews – Sejumlah pedagang beras di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengeluhkan harga beras kini melonjak. Tingginya harga beras akibat gagal panen dan pasokan dari petani sangat minim, sehingga para pedagang mau tidak mau ikut menaikkan harga. Dalam sepekan ini memang kenaikan mencapai Rp 1.000 – Rp 2.000/kg.

Seperti harga beras jenis IR 64 yang paling diminati pembeli, yang biasanya dihargai Rp 10.200/kg menjadi Rp 10.700/kg. Bahkan ada yang beberapa pedagang menjual hingga Rp 11.000/kg. Belum jenis beras lain seperti mentik wangi atau pandan wangi yang tadinya Rp 11.000/kg menjadi Rp 13.000/kg.

Kenaikan beras yang cukup signifikan ini berdampak berat bagi pedagang dan pembeli. Seperti yang dialami pedagang warung, Zulaikhah. Untuk kulakan saja dia harus menambah modal tentunya. Itu pun tak sedikit. Biasanya Rp 400.000 per karung sekarang menjadi Rp 500.000 per karung dengan muatan 50 kg.

“Akibat harga beras yang terus naik, kami kesulitan menambah modal. Di sisi lain kami merasa kasihan pada pembeli yang kurang mampu jika menaikkan harga terlalu tinggi, sehingga membuat transaksi sepi. Para pembeli harus merogoh kocek lebih banyak untuk membeli beras sekarang,” ujarnya kepada obsessionnews.com, Rabu (25/2) sore.

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) di sebuah perumahan di Temanggung, Maisaroh, mengungkapkan harga beras yang melambung tinggi membuatnya harus mengganti salah satu kebutuhan pokok itu dengan jagung. Biasanya membeli beras dengan harga Rp 9.500/kg, kini ia menggantinya dengan jagung Rp 3.000/kg.

“Butuh waktu tiga jam saya mengolahnya menjadi nasi. Itu pun tidak menggunakan gas melainkan kayu bakar. Karena dengan gas jelas boros. Mau nggak mau saya menggantinya dengan jagung selama harga beras masih naik,” ungkapnya. (Nissa)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.