Minggu, 3 Juli 22

Jaga Stabilitas Pangan, Polisi Kerjasama dengan Bulog

Jaga Stabilitas Pangan, Polisi Kerjasama dengan Bulog
* Polisi sedang operasi harga bahan pangan di pasar. (foto: tribratanews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menjelang hari Natal dan pergantian tahun biasanya harga-harga bahan makanan pokok melambung tinggi. Itu dikarenakan adanya mafia-mafia penimbun bahan makanan tersebut. Untuk itu Polisian Republik Indonesia (Polri) telah menggelar operasi pasar di setiap daerah, agar pemperkecil ruang gerak para mafia bahan pangan tersebut.

Sedikitnya 50 kasus penimbunan bahan makanan pokok telah diungkap oleh kepolisian dalam jangka 7 hari. “Kami ungkap dalam waktu kurang lebih 7 hari lewat operasi tangkap tangan (OTT) dari para penimbun. Itu memberikan efek gentar pada yang lain,” tegas Tito.

Mengingat naiknya permintaan terhadap bahan pangan dimusim libur akhir tahun seperti sekaranng oprsi pasar harus sering-sering digelar. Terlebih, pihak berwajib dan pemerintah harus menjamin ketersediaan bahan pangan agar tidak terjadi lonjakan harga.

Dalam menjaga stabilitas pangan, kepolisian bekerjasama dengan Bulog untuk saling back up. Jika harga naik karena suplai yang berkurang, maka Bulog akan menyediakan bahan pangan tambahan. Polri sendiri bergerak ketika ditemukan adanya indikasi penimbunan dan permainan harga oleh oknum kartel.

Selain menindak pelaku penimbunan bahan makanan Pemerintah dan Polri juga mengawasi secara ketat stok dan harga bahan pokok menjelang Natal serta Tahun Baru 2018. Melalui Satgas Pangan, Polri khususnya Bareskrim juga melakukan identifikasi tegas dari potensi permainan terhadap stok dan harga bahan pokok.

“Identifikasi dilakukan kepada para pihak yang berpotensi menyebabkan terjadi kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, secara konsisten juga akan dilakukan penegakan hukum apabila terjadi permainan,” tegas Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dalam keterangannya belum lama ini.

Satgas Pangan Polri hingga saat ini juga terus melakukan pengawasan terhadap harga bahan pokok di tingkat konsumen. Pantauan terhadap harga bahan pokok sejauh ini termasuk stabil. Tapi menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, harus diantisipasi agar tidak terjadi inkonsistensi harga sebagaimana yang terjadi di tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemerintah juga mengingatkan agar para pelaku usaha di bidang pangan dapat bekerjasama untuk terlibat secara pro aktif menstabilkan harga, tanpa harus menunggu intervensi dari pemerintah.

Berdasarkan data yang dimiliki Satgas Pangan, pemerintah meyakini bahwa secara keseluruhan, stock bahan pokok menjelang akhir tahun masih dalam posisi cukup. Pemerintah juga memfokuskan 13 provinsi sebagai daerah pantauan harga bahan pokok menjelang akhir tahun ini.

Wilayah tersebut antara lain DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sumut, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Sebabnya karena 13 wilayah ini terjadi peningkatan aktifitas menjelang Natal dan Tahun Baru.

Meski demikian, berdasarkan laporan yang ia terima dari tim Satgas Pangan di lapangan, terjadi defisit untuk beberapa komoditi. Defisit itu seperti daging sapi dan kedelai. Tapi masih bisa dicukupi melalui opsi paling akhir yaitu importasi. Jadi, jika terjadi lonjakan harga selama proses itu, berarti terdapat masalah di sektor distribusi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.