Jumat, 7 Agustus 20

Jaga Regulasi Beras, Kemendag Temukan Gudang Penimbunan

Jaga Regulasi Beras, Kemendag Temukan Gudang Penimbunan

Jakarta – Setelah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar per Senin (19/01/2015) besok, pemerintah berharap harga-harga lainnya juga akan turun.

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina, saat ditemui di Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, mengaku  bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Dari hasil sidak yang dilakukan dibeberapa tempat yang berada dibeberapa tempat tersebut, ia mengaku menemukan adanya indikasi penimbunan beras dalam kapasitas besar.

“Ada indikasi menimbun karena beras yang disimpan di sana menurut saya kapasitasnya penuh, sangat penuh,” kata dia di Tangernag, Minggu (18/1).

Besarnya jumlah beras itu berpotensi mengurangi jumlah peredaran beras dipasaran sehingga menyebabkan kenaikan hargan komuditas tersebut. Karenanya penemuan itu dimasukkan dalam katagori menyalahi Undang – Undang  (UU) Perdagangan.

Jika terbukti, kemungkinan pelakunya akan dijatuhi sanksi minimal selama lima tahun, dan denda hingga Rp20 miliar. Hukuman tersebut masih bisa bertambah jika kemudian pelakunya juga terbukti melakukan kesalahan lain seperti masalah perizinan dan administrasi.

“Apa lagi kalau banyak ditemukan identifikasi lain, seperti izin gudang, administrasi penutupan gudang,” tambah Srie.

Secara terperinci ia juga mengatakan bahwa tempat penimbunan beras yang dimaksud berada di wilayah Cakung, Jakarta timur. Ditempat itu terdapat beras yang berasal dari operasi pasar khusus Badan Urusan Logistik (Bulog).

Padahal seharusnya beras beras hasil operasi khusus Bulog tidak boleh ditimbun dalam satu tempat seperti itu. “Seharusnya operasi pasar khusus itu datang ke distribusi kemudian disalurkan begitu,” tambah dia.

Sebelumnya, diawal bulan ini pemerintah juga sempat menurunkan harga BBM. Namun penurunan harga tersebut tidak diikuti dengan penurunan harga – harga lainnya. Bahkan beberapa komuditas seperti cabai dan beras cenderung meningkat.

Berbeda dengan penurunan harga BBM diawal tahun lalu, kali ini pengumuman penurunannya juga disertai dengan penurunan harga LPG dan Semen produksi perusahaan BUMN. Selain itu pemerintah juga berencana melakukan pengawasan terhadap pasar.

Tidak main – main, untuk memastikan hal tersebut Pemerintah melalu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengaku akan mengawasi pasar.

“Kalau harganya tidak turun juga, kita akan lihat struktur pasarnya. Berarti ada yang main – main dan itu harus kita perbaiki,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (16/01/2015). (Kukuh Budiman)

Related posts