Sabtu, 1 Oktober 22

Jadi Tersangka Makar, Penceramah Jafar Shodiq Kena Pasal Berlapis

Jadi Tersangka Makar, Penceramah Jafar Shodiq Kena Pasal Berlapis
* Penceramah Jafar Shodiq. (Foto: IDN Time)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ceramah Jafar Shodiq yang menghina Wakil Presiden Ma’ruf Amin seperti babi berujung pada proses hukum. Bareskrim Polri menetapkan yang bersangkutan sebagai terasangka. Bukan hanya pasal pencemaran nama baik. Tapi juga makar.

“Sudah memeriksa tersangka, sudah ada dua alat bukti yang cukup, ada laporan, bukti dan keterangan saksi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Jumat, (6/12/2019).

Argo menjelaskan, dalam kasus Jafar, sudah ada tiga laporan yang masuk. Satu laporan dari kepolisian atau laporan model A dan dua laporan berasal dari aduan masyarakat. Semua laporan itu kata dia, sudah diproses kepolisian.

Laporan model A adalah aduan yang dibuat anggota polisi yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi. Sedangkan laporan model B dibuat berdasarkan pengaduan dari masyarakat.

Dalam surat penangkapan yang dikirimkan Wakabareskrim Inspektur Jenderal Antam Novambar, Jafar dijerat Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 104 dan atau Pasal 107 KUHP, dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan keamanan negara atau makar.

Tidak hanha itu, Jafar juga dikenakan Pasal 45A ayat 2 Jo 28 ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Jafar ditangkap di kediamannya di Depok pada Kamis dinihari, 5 Desember 2019, Dia kini ditahan di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Polri. Argo Yuwono mengatakan, penetapan Jafar sebagai tersangka sudah melalui prosedur.

Jafar diduga menghina Ma’ruf Amin dengan menyebut ‘babi’ saat ceramah dalam acara tabligh Akbar di Singkawang, Kalimantan Barat pada 2 Januari 2019. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.