Selasa, 28 September 21

Jadi Pahlawan Nasional, Mas Isman Dikenal Dengan Tiga Doktrinnya

Jadi Pahlawan Nasional, Mas Isman Dikenal Dengan Tiga Doktrinnya

Malang, Obsessionnews – Keluarga besar Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) beserta para kader Koperasi Serba Guna Gotong Royong (Kosgoro) mengadakan syukuran atas dikukuhkanya Mas Isman sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Joko Widodo.

Acara syukuran diadakan di rumah Ketua Dewan Penasehat Kosgoro ‎Jawa Timur Ridwan Hisjam, di Perumahan Permata Jingga Kota Malang, Selasa (10/11/2015) malam. Hadir dalam acara tersebut Peni Soeparto mantan Wali Kota Malang 2004-2014, Habib Alwi Baagil dari Ketapang Sampang Madura dan perwakilan Kosgoro dari Kab/Kota se Jawa Timur.

Ridwan merasa senang dan bangga Mas Isman dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional. Menurutnya pemberian gelar kehormatan sebagai pahlawan memang layak diberikan kepada Mas Isman. Sebab, perjuangan dan ajaran Mas Isman masih sangat relevan diterapkan sampai sekarang.

“Mas Isman adalah sosok pejuang yang mengakar dan merakyat khususnya dikalangan Keluarga TRIP dan anak-anak  muda sampai sekarang, karena doktrinnya “Tri Dharma” 1.Pengabdian 2.Kerakyatan 3.Solidaritas, yang sampai sekarang masih sangat relevan kita pakai sebagai Doktrin Perjuangan,” ujar Ridwan Rabu (11/11/2015).

Wakil Ketua Komisi X ini menjelaskan, Mas Isman telah berhasil meletakkan prinsip dasar organisasi yakni gotong royong atau solidaritas. Dengan doktrin itu, Ridwan meyakini sebuah organisasi tidak akan bisa bertahan lama, bila tidak tercipta rasa solidaritas antar sesama kadernya.

“Saat ini banyak organisasi baik politik, ormas yang pecah karena tidak menjiwai atau memiliki Solidaritas diantara sesama anggota atau kader bangsa,” kata Ridwan menerangkan.

Adapun mengenai pengabdian dan kerakyatakan, menurut Ridwan karakter ini masih tetap relevan diterapkan oleh pemimpin negeri ini. ‎Pola kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang kerap melakukan blusukan dinilai sudah sesuai dengan ajaran Mas Iswan tentang sikap pemimpin yang merakyat dan pengabdi untuk kepentingan bangsa.

‎”Untuk mengembalikan Indonesia ke identitas dirinya, maka doktrin kerakyatan ini juga harus kita laksanakan dan sudah menjadi contoh Bapak Presiden RI jokowi dalam blusukannya,” jelasnya.

Mas Iman yang lahir pada 12 Desember 1924 dan wafat pada 12 Desember 1982 ini memiliki enam anak, yakni Edi Isman, Hayono Isman, Hayani Isman, Maulana Isman, Ananda Isman dan Ininda Isman.

‎Selama ini Mas Isman dikenal sebagai inisiator dan Komandan TKR Pelajar Surabaya (1945-1946), inisiator dan Komandan TRIP Jawa Timur (1946-1950), serta inisiator berdirinya Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.