Selasa, 10 Desember 19

Jadi Ketua DPD, Profil La Nyalla Politisi Penuh Kontroversi

Jadi Ketua DPD, Profil La Nyalla Politisi Penuh Kontroversi
* La Nyala Mataliti. (Foto; Kompas)

La Nyalla, yang juga kader Partai Gerindra, mengaku dimintai Rp 40 miliar oleh Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, untuk membayar saksi pilkada. Dana ini juga menjadi syarat dia kelak menerima rekomendasi Gerindra untuk maju sebagai calon kepala daerah di Jawa Timur.

Jika dana itu tidak diserahkan sebelum 20 Desember 2017, dia tidak akan mendapatkan rekomendasi Gerindra untuk maju pada Pilkada Jatim 2018.

Janji Potong Leher

Dalam Pilpres 2019 La Nyalla Mahmud Mattalitti mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia mengaku optimistis pasangan nomor urut 01 itu akan memetik kemenangan di Pulau Madura pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu ia katakan untuk merespon bahwa Pulau Madura masih menjadi basis pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

“Saya kan udah ngomong, potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura,” kata La Nyalla saat ditemui di kediaman Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta, Selasa (11/10).

Pada Pilpres 2014 lalu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami kekalahan dari Prabowo-Hatta Rajasa di empat kabupaten di Pulau Madura. Mantan Ketua PSSI itu mengatakan pada Pilpres 2014 lalu masyarakat Madura sangat sensitif terhadap isu Jokowi yang merupakan kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menyebar Isu PKI

La Nyalla mengaku pada Pilpres 2014 lalu, dialah yang menyebar isu bahwa Jokowi PKI. Dia juga yang membuat tabloid Obor Rakyat. Sehinga wajar di Madura pada 2014 lalu kalah. Bahkan pada Pilpres 2019 Jokowi tetap kalah..

“Awalnya dikira Pak Jokowi ini PKI. Kan saya sudah jelasin, saya yang sebarin (Majalah) Obor. Orang Madura itu paling sensitif , paling tidak mau dibilang ini bukan agama Islam,” kata dia.

Saat bertemu dengan Presiden Jokowi, Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, itu telah mengklarifikasi sikapnya pada Pilpres 2014 lalu. La Nyalla juga meminta maaf telah menyebarkan isu negatif tentang Jokowi saat itu.

 

Halaman Selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.