Jumat, 22 Oktober 21

Jadi Capres, Kasihan Bu Ani Bisa Dipermalukan

Jadi Capres, Kasihan Bu Ani Bisa Dipermalukan
* Ani Yudhoyono.

Jakarta, Obsessionnews – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, menyarankan kepada Partai Demokrat untuk mempertimbangkan lagi keinginannya mengusung Ani Yudhoyono sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019 mendatang.

Bukan tanpa alasan, Ikrar menilai, Ani memiliki elektabilitas yang kecil, meski dia adalah istri Presiden ke-6 RI Susil‎o Bambang Yudhoyono (SBY). Ia juga dinilai tidak punya kemampuan dalam memimpin.

“Saya pokoknya enggak usah ngeledekin, tetapi apakah Partai Demokrat sudah menimbang elektabilitas dan kapasitas Bu Ani? Jangan karena dia istri mantan presiden seolah elektabilitasnya akan tinggi,” kata Ikrar saat dihubungi, Rabu (16/3/2016).

Ikrar mengatakan, bisa saja orang Demokrat menyamakan pencalonan Ani dengan Hillary Clinton, istri mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton  yang maju sebagai calon presiden Amerika mengikuti jejak suaminya.

Namun, Ikrar menilai, Ani dan Hillary tidak bisa disamakan. Sebab, Hillary sejak awal sudah terlibat politik praktis, pernah menjadi senator hingga Menteri Luar Negeri AS. Sementara Ani, tidak menduduki jabatan di pemerintahan, kecuali menjadi pendamping Presiden.

“Bu Ani pernah jadi apa? Kasihan Demokrat dan Bu Ani sendiri, bisa dipermalukan kalau maju elektabilitasnya kecil,” ujar Ikrar.

Tidak hanya itu, Ikrar juga mempertanyakan komitmen SBY yang pernah berjanji bahwa keluarganya tidak akan maju sebagai calon presiden. “Apakah janji itu hanya berlaku untuk Pemilu 2014 kemarin atau bagaimana?” ujar dia.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.