Senin, 23 September 19

Jack Ma Mundur Dari Perusahaan China ALIBABA

Jack Ma Mundur Dari Perusahaan China ALIBABA

Pemimpin Alibaba, Jack Ma, mundur dari perusahaan yang didirikannya pada Selasa (10/9) kemarin, momen yang menandai berakhirnya sebuah era pada perusahaan tersebut.

Kini, Alibaba harus memulai babak baru setelah hengkangnya sang pendiri itu.

Jack ma mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dan sejak itu perusahaannya menjelma menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.

Keberhasilan dan gayanya yang penuh semangat membuat Jack menjadi salah satu pengusaha asal China yang paling terkenal.

Daniel Zhang, yang menjabat sebagai direktur utama, menggantikannya sebagai presiden direktur.

Perusahaan tersebut kini bernilai US$480 miliar (sekitar Rp6.750 triliun), di mana Jack menjadi pria terkaya di China dengan kekayaan senilai US$38,6 miliar (sekitar Rp542 triliun) menurut majalah Forbes.

Ia juga menjadi pendiri pertama di antara generasi pengusaha internet terkemuka di China yang mundur dari perusahan yang dibangunnya.

“Saya rasa akan sangat sulit menggantikan sosok seperti Jack Ma,” ungkap Rebecca Fannin, penulis buku tentang raksasa teknologi China.

“Ia tidak ada duanya. Ia adalah Steve Jobs-nya China.”

Siapa Jack Ma?
Lahir di tengah keluarga miskin di timur Hangzhou, Jack memulai karirnya sebagai seorang guru.

Ia membeli komputer pertamanya saat berusia 33 tahun dan terkejut saat tak ada merek bir China yang muncul saat ia mencoba mencari kata “beer” pada mesin mencari online.

Tanpa latar belakang ilmu komputer, Jack mendirikan Alibaba di apartemennya, setelah meyakinkan sejumlah temannya untuk berinvestasi pada usaha pasar online (marketplace) ciptaannya.

Itu bukan kali pertamanya mencoba untuk mendirikan sebuah perusahaan start-up.

“Alibaba adalah upaya ketiganya di perusahaan, ia pernah dua kali mencoba sebelumnya,” ungkap Duncan Clark yang telah menulis buku tentang Jack dan juga merupakan kepala konsultan investasi BDA China.

“Ia cukup awal melihat potensi menjanjikan internet, namun butuh waktu lama baginya untuk memiliki ‘kendaraan’ yang diperlukan.”

Selama bertahun-tahun, Alibaba tumbuh dari sebuah pasar online menjadi raksasa e-commerce dengan lini usaha bervariasi, dari layanan keuangan hingga kecerdasan buatan (AI).

Awalnya, Alibaba didirikan sebagai platform jual-beli bagi para pengusaha, sebelum melebarkan sayapnya menjadi e-commerce bagi konsumen pada tahun 2003 dan kemudian meluncurkan platform pembayaran digital, Alipay.

Minimnya latar belakang teknologi dan tanpa adanya kekuatan pendanaan, Clark mengatakan bahwa kharisma dan visi strategis menjadi modal terbesar seorang Jack Ma.

“Pesonanya menjadi bagian besar dari kepemimpinannya, kemampuannya untuk meyakinkan orang, baik itu konsumen, pegawai, atau pun para pemegang saham yang kritis.”

Sang penulis pertama kali bertemu Jack dua dekade lalu dan pengusaha ulung itu berkata bahwa ia berencana menjadikan Alibaba sebagai satu dari 10 perusahaan internet terbesar di dunia dalam sepuluh tahun.

“(Hal itu) semacam ambisi yang tidak mungkin terwujud, tapi entah bagaimana ia berhasil membuat orang mempercayai itu,” ujar Clark.

Jack kemudian memang berhasil menjadikan Alibaba sebagai perusahaan internasional kelas berat dan nilai sahamnya di New York kala itu mencatatkan rekor sebagai penjualan saham perdana ke publik dengan nilai terbesar di dunia.

Awal tahun ini, ia menunjukkan dukungannya terhadap “sistem 996” di mana karyawan diharapkan dapat bekerja 12 jam per hari, enam hari seminggu – sebuah topik perdebatan panas di media China.

Pebisnis flamboyan itu juga dikenal karena menikmati posisinya yang menjadi pusat perhatian. Pada sebuah acara Alibaba tahun 2017, Jack tampil dengan mengenakan kostum bertema Michael Jackson.

Pria berusia 55 tahun itu diperkirakan akan memfokuskan diri pada kegiatan amal dan pendidikan setelah mundur dari posisinya.

Clark mengatakan bahwa Jack telah secara bertahap membawa para pakar teknologi dan keuangan ke perusahaannya, dan baru-baru ini, Jack telah “secara sadar menyingkir perlahan”.

Langkah-langkah itu diduga dilakukan untuk memastikan proses transisi yang mulus bagi Alibaba ke masa depan tanpa pendirinya. (*/BBC Magazine)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.