Rabu, 27 Oktober 21

Iwan Laksono Sukses Berbisnis Lampu

Iwan Laksono Sukses Berbisnis Lampu
* Iwan Laksono dan istrinya, Yuliani.(Foto-foto: Arif RH/Obsessionnews.com)

Bekasi, Obsessionnews – Kesuksesan tidak turun begitu saja dari langit. Kesuksesan tidak datang begitu saja. Tapi, kesuksesan harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Iwan Laksono, pedagang lampu listrik, salah seorang yang memperoleh kesuksesan melalui perjuangan yang ekstra berat. Kisah perjalanannya di dunia bisnis menjadi sumber inspirasi bagi para pebisnis pemula atau kawula muda yang berminat terjun ke dunia bisnis.

Meski sukses berbisnis Iwan Laksono tetap rendah hati.
Meski sukses berbisnis Iwan Laksono tetap rendah hati.

Iwan salah seorang agen lampu cukup besar di Bekasi, Jawa Barat. Ia mengendalikan bisnisnya itu di tokonya,Jaya Electric, yang berlokasi di Jl. Raya Bumi Sani Permai (BSP), RT 04/RW 14, Perumahan BSP, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi. Ia menyuplai lampu ke sejumlah toko di Kabupaten/Kota Bekasi.

Meski sukses di bisnis, Iwan tetap rendah hati. “Ah, usaha saya masih kecil. Masih kalah ama agen-agen yang lain,” katanya ketika ditemui Obsessionnews.com di tokonya, Sabtu (5/3/2016) petang.

Toko Jaya Electric.
Toko Jaya Electric.

Iwan, 53 tahun, berasal dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Ia merantau ke Bekasi sejak tahun 1980-an. Semula ia bekerja di sebuah perusahaan swasta. Setelah bertahun-tahun menjadi karyawan perusahaan itu, Iwan kemudian memutuskan berhenti bekerja. Ia ingin mandiri.

Pria yang ramah ini mencoba mengadu nasib di dunia bisnis. Ia menjual rumahnya di kompleks Bekasi Jaya Indah (BJI), lalu membeli rumah baru di kompleks BSP pada tahun 1996. Saat itu BSP merupakan kompleks perumahan baru. Dengan modal kecil ia merintis berjualan sembako di rumahnya.

Namun, baru beberapa bulan berjualan sembako, Iwan mendapat ujian. Ia didatangi oleh seorang pedagang sembako yang tokonya persis berhadapan dengan toko Iwan. Orang itu melarang Iwan berjualan sembako, karena mematikan usahanya. Iwan disuruh berjualan barang lain.

Karena ketakutan, Iwan kemudian menutup tokonya. Sempat menganggur beberapa minggu, Iwan kemudian mencoba berjualan lampu. Ternyata bisnis ini mengubah nasibnya.

Saat itu di BSP baru Iwan yang berjualan lampu. Dagangannya laris manis. Perlahan tapi pasti usahanya berkembang. Semula Iwan mengelola toko bersama isterinya, Yuliani. Seiring berkembangnya usahanya tersebut, Iwan kemudian merekrut lima karyawan.

Selanjutnya Iwan menjelma menjadi agen lampu di berbagai toko di Bekasi. Beberapa tahun lalu ia membangun tokonya menjadi besar. Selain itu ia juga membangun sebuah gudang di sebelah tokonya.

Di saat usahanya tengah berkembang, Iwan mendapat ujian berat. Sebagai warga keturunan China ia merasa tertekan atas terjadinya pembakaran berbagai toko milik China di berbagai daerah dalam kerusuhan Mei 1998. Saat itu Iwan dan keluarganya sering mendapat teror dari orang-orang tak dikenal yang akan membakar tokonya. Hal ini jelas membuat Iwan dan keluarganya ketakutan, dan menutup tokonya. Dan bahkan mereka mengungsi ke rumah tetangganya.

Para tetangganya melindungi Iwan, dan siang malam menjaga tokonya. Untunglah, tak ada yang membakar toko tersebut.

Iwan dan keluarganya aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya. Misalnya, mereka hadir dalam kegiatan Agustusan.

Pernikahan Iwan dan Yuliana membuahkan tiga anak perempuan. Anak sulungnya, Vera Yuliawan, lulusan SMA, dan telah berumah tangga. Vera mengikuti jejak sang ayah berjualan lampu di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Anak kedua, Melinda Yuliawan, menggondol titel S2 apoteker, dan bekerja di sebuah perusahaan farmasi. Sedangkan si bungsu, Nesia Yuliawan, saat ini kuliah di jurusan komunikasi di sebuah universitas swasta semester VII. (arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.