Minggu, 20 Oktober 19

ITB Kembangkan Riset Kurangi Resiko Bencana

ITB Kembangkan Riset Kurangi Resiko Bencana

Jakarta, Obsessionnews – Institut Teknologi Bandung (ITB) terus kembangkan riset dan pengembangan dalam pengurangan risiko bencana. Seperti inovasi industri dan infrastruktur agar dapat mengurangi dampak negatif bencana alam.

“Tsunami di Aceh yang menyebabkan kerusakan parah menjadi pusat perhatian masyarakat di dunia, untuk pengurangan risiko bencana menjadi prioritas, seperti mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan. Peran BNPB dapat mengentaskan kemiskinan, akibat dari bencana alam,” ujar Rektor ITB, Prof. Kadarsyah dalam penutupan Pertemuan Ilmiah Tahunan  Ikatan Ahli Bencana Indonesia dan BNPB di Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir laman BNPB.go.id, Rabu (25/5/2016).

baca juga:

BNPB Ingatkan Musim Hujan Hingga Mei 2016

BNPB Kirim Heli Bantu Korban Longsor

Kemensos-BNPB Siap Tanggulangi Bencana

Banjir Bandang di Subang, 6 Tewas
ITB telah banyak meneliti, memetakan wilayah bahaya bencana maupun kajian-kajian science dalam penanggulangan bencana. Seperti kejadian banjir di wilayah Bandung selatan, karena banyak pembangunan rumah di aliran sungai.

“Penelitian-penelitian ITB telah menghasilkan alat penyaringan air, alat pengisap debu, alat pendeteksi getaran tanah dan lainnya. Tantangan ke depan bagaimana alat inovasi penanggulangan bencana dapat mudah diakses masyarakat, dan harganya murah,” tambahnya.

Sedangkan Sekretaris Utama BNPB, Dody Ruswandi, mengatakan pihaknya mendorong peneliti, praktisi, maupun masyarakat peduli bencana dalam melakukan riset. Hasilnya dapat dibagikan kepada komunitas internasional.

Di samping itu, Dody menyampaikan bahwa BNPB telah melakukan berbagai upaya, salah satunya riset dengan melibatkan berbagai pihak. Tantangan saat ini yaitu terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, dan dokumentasi hasil riset yang belum terkoordinasi dengan baik.

“Selain itu, para pelaku penelitian atau pakar yang merupakan potensi sumber daya pengetahuan Indonesia juga masih belum terwadahi dalam suatu koordinasi yang baik, sehingga informasi sebaran peneliti dengan keahliannya masih sulit terjangkau oleh peneliti lain dan para pelaku penanggulangan bencana, termasuk para pengambil kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia,” kata Dody Ruswandi.

Perubahan iklim dan demografi ikut mempengaruhi kejadian bencana. Pada masa mendatang bencana tidak hanya sekedar bencana tetapi dapat mempengerahui sektor lain.
Sedangkan Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya berinovasi mengembangkan kota Bandung lebih baik. Pembangunan Bandung tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi adanya nilai manfaat.

“Kami bereksperimen dalam pengembangan desa, yaitu penanggaran pembangunan desa secara merata. Dibutuhkan pemimpin yang bisa berinovasi dan menemukan solusi dalam permasalahan penanggulangan bencana dan tantangannya. Background ilmu saya seorang arsitek, jadi lebih ke pasca bencana,” tambang Kang Emil.
Ridwan mengajak semua pihak belajar dari Jepang, dimana penanganan bencana sudah cepat, dan baik seperti korban bencana cepat ditangani. Perlu mengedukasi masyarakat agar mau tolong menolong. Penanggulangan bencana tidak hanya dari segi teknologi bencana tetapi dapat melahirkan teori mitigasi bencana, nilai preventif dan nilai sosial.@reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.