Sabtu, 1 Oktober 22

ITB Anugerahkan Gelar Doktor Kehormatan kepada Hatta Rajasa

ITB Anugerahkan Gelar Doktor Kehormatan kepada Hatta Rajasa
* Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada mantan Menko Perekonomian Ir H M Hatta Rajasa, Senin (25/11/2019). (Foto: ist)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada mantan Menko Perekonomian Ir H M Hatta Rajasa, Senin (25/11/2019). Acara yang digelar di Aula Barat ITB tersebut dihadiri  lebih dari 600 tamu undangan yang terdiri dari tokoh bangsa, politisi, pejabat pusat dan daerah, pengusaha, kalangan kampus hingga mahasiswa.

Gelar Doktor Kehormatan diberikan ITB sebagai penghormatan atas prestasi, capaian dan warisan yang dicatat Hatta dalam Kebijakan publik  (Public Policy). Khususnya saat menjabat sebagai menteri, dan sejumlah jabatan publik lainnya.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu tercatat sebagai menteri sejak 2001 hingga 2014 dalam pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Penghargaan atas apresiasi bidang Public Policy ini merupakan yang kedua, setelah pada 2011 Hatta mendapatkan award dari Asia Society di Amerika Serikat.

Dalam sambutan Pertanggungjawaban Akademik, Prof. Dr. B. Kombaitan, M.Sc, selaku Promotor mengatakan, Hatta Rajasa tampil dalam bidang kebijakan publik di Indonesia di era di mana kebijakan publik tengah menghadapi tantangan-tantangan baik dalam aspek praktis maupun keilmuan sekaligus.

“Pemikiran beliau tentang kebijakan publik berinspirasikan pemikiran-pemikiran John Maynard Keynes, yang membawa perubahan besar dalam kebijakan ekonomi Inggris di era Great Depression di tahun 1930-an. Di era itu, di tengah-tengah meluasnya kepercayaan akan gagasan pasar-bebas dalam paham ekonomi neo-klasik, Keynes mengedepankan kembali peranan negara melalui intervensi kebijakan publik dalam mendorong permintaan untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” tutur Kombaitan.

Meskipun demikian, lanjutnya, Hatta menekankan pentingnya untuk bergerak lebih jauh dari kebijakan ekonomi Keynesian, menuju beyond Keynesian. Negara melalui kebijakan-kebijakan publik yang dijalankan, perlu berperan efektif dalam peningkatan daya saing, kemajuan teknologi dan inovasi. Dengan mengadopsi pemikiran Michael E. Porter tentang keunggulan kompetitif, Hatta mendorong peranan negara dalam meningkatkan daya saing dan kemampuan para produsen untuk memproduksi barang-barang yang berdaya saing, sehingga konsumen membeli barang-barang tersebut.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.