Kamis, 23 September 21

Isu Suap Rp20 Miliar Mulai Menggoyang MKD DPR

Isu Suap Rp20 Miliar Mulai Menggoyang MKD DPR

Jakarta, Obsessionnews – Kredibilitas anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam menangani kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR RI Setya Novanto mulai diuji, setelah beredar isu salah satu pimpinan MKD dicoba disuap oleh oknum sebesar Rp 20 miliar.

Percobaan suap itu diberikan ‎dengan tujuan agar MKD bisa mengamankan kasus Setya Novanto yang diduga meminta saham kepada Freeport dengan menjanjikan perpanjangan kontrak karya Freeport. Menanggapi hal tersebut, anggota MKD dari Fraksi Nasdem Akbar Faisal mengaku sudah mendengarnya.

“Soal itu saya kemarin malam baru dapat berita Syarifudsin Sudding yang bicara, ternyata Junimart yang ditawari,” kata Akbar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Anggota Komisi III DPR ini pun dengan tegas meminta Junimart Girsang untuk membuka siapa orang yang mencoba menyuapnya dan apa modusnya. “Saya minta Junimart membuka dan membicarakan di rapat MKD tentang siapa orangnya dan apa modusnya. Saya berusaha sama teman-teman menjaga kehormatan dewan dan hal-hal yang sangat menghina seperti itu,” tegas Akbar.

Akbar menyesalkan isu ini beredar disaat MKD tengah dituntutoleh publik untuk menyelesaikan ‎kasus ini dengan objektif dan kredibel. Ia khawatir isu ini membuat kinerja anggota MKD tidak nyaman. ‎”Ini sangat tidak nyaman. Saya minta ada sikap resmi dr MKD. Termasuk Junimart, buka! saya ingin ini diperjelas, saya tidak nyaman dengan ini,” ketus Akbar.

Namun, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang membantah kalau ada aliran dana Rp20 miliar masuk ke MKD untuk mengamankan kasus Ketua DPR Setya Novanto tersebut. “Saya tidak pernah terima itu (uang Rp 20 miliar),” tampik Junimart.

Bahkan politisi PDI Perjuangan ini balik menanyakan siapa yang berani menyuap anggota MKD dan anggota MKD yang terima suap tersebut. “Siapa disogok? Yang disogok siapa? Biar tak laporin Polisi,” tepisnya pula.

Meski demikmian, Anggota Komisi III DPR ini mengakui jika isu suap adalah hal yang biasa dalam penanganan sebuah kasus. Apalagi, kasus tersebut melibatkan Ketua DPR Setya Novanto di MKD. Sebab menurutnya, kasus ini sedang ramai-ramainya diperbincangkan di publik dan ini menjadi tantangan MKD sendiri untuk bekerja secara profesional.

“Saya kira itu hal biasa ya dan tidak perlu dipertanyakan, ini kan bagian dari tantangan dalam tugas MKD,” kilah Junimart. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.