Kamis, 14 November 19

Istri Wakil Wali Kota Tidore Sempat Pertanyakan Pekerjaan Rafdi

Istri Wakil Wali Kota Tidore Sempat Pertanyakan Pekerjaan Rafdi
* Muhammad Rafdi Marajabessy, putra ketiga Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Muhammad Sinen. (Foto: suara.com/Muhammad Naoval)

Jakarta, Obsessionnews.comSebuah foto viral di media sosial memperlihatkan Rafdi Maradjabessy, yakni anak Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Sinen yang berprofesi sebagai kuli bangunan.

Lantaran pekerjaan dan statusnya sebagai anak wakil wali kota, Rafdi sempat mendapat cemooh dari netizen terkait profesinya tersebut. Meski begitu, Rafdi tidak menghiraukannya dan meyakini apa yang dia lakukan.

Tak hanya warga net yang mecemooh profesi Rafdi, ibu kandung Rafdi juga sempet mempertanyakan pekerjaan Rafdi itu kepada Sinen.

“Istri saya bilang nanti orang lain akan bilang apa. Tapi saya bilang ke istri tidak apa itu pilihannya, dan mudah-mudahan bisa menjadikan lebih baik,” ujar Sinen seperti di kutip dari kompas.com, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Ini Prinsip Rafdi Putra Wakil Wali Kota Tidore

Pekerjaan yang sudah Rafdi jalani ini sejak masih duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) ini pun banyak yang mencemooh, namun Rafdi tidak memedulikan cemoohan itu. Selain itu, ia pun tidak manfaatkan jabatan ayahnya yang kini menjabat sebagai wakil wali kota.

Berikut fakta kalau Rafdi memulai kerjanya sebagai kuli bangunan sejak kelas I SMA. Fakta pertama saat itu, ayahnya baru saja terpilih sebagai Wakil Wali Kota Tidore. Beberapa bulan ayahnya jadi Wakil Wali Kota, rekan-rekan di sekolah mulai mencemooh, bahwa anak pejabat tapi masih bekerja sebagai kuli bangunan.

Namun cemoohan itu tak pernah di gubris oleh Rafdi. Dia selalu berpegang teguh dengan prinsipnya, dan ayah Rafdi juga selalu mengajarkan bahwa hidup itu keras. Kerja itu harus mulai dari bawah bukan dari atas ke bawah.

Tak hanya di lingkungan sekolah, di masyarakat pun tak sedikit yang mengatakan kepadanya, mengapa masih saja mengerjakan pekerjaan kasar dan tidak minta pekerjaan kantoran kepada ayahnya.

Fakta kedua, ayahnya tak marah atau melarang saat ia lebih memilih untuk menjadi kuli bangunan. Justru sang ayah terus memotivasinya agar terus bekerja. Justru ayahnya sering ke tempat Rafdi bekerja, biasanya di hari libur kerja. Kalau tidak datang, biasanya ditelepon ayahnya untuk menanyakan apakah hari ini kerja atau tidak?

Tak hanya itu, kepada pengawas tukang pun, ayahnya meminta agar Rufdi diperlakukan sama seperti yang lainnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.