Kamis, 9 Februari 23

Istana Tanggapi Menguatnya Isu Reshuffle

Istana Tanggapi Menguatnya Isu Reshuffle

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi dikabarkan akan kembali melakukan perombakan kabinet (reshuffle) pada penghujung bulan Maret ini. Ketidakpuasan atas kinerja pada menteri-menterinya, maka reshuffle menjadi sebuah keharusan.

Dalam beberapa kesempatan Jokowi seringkali menyemprot menteri yang tidak membuat gaduh. Pertendatangan pendapat soal kebijakan harusnya kata Jokowi dikemukakan dalam rapat bukan di depan publik.

Jokowi juga akan menyoroti soal efisiensi dan kecepatan dalam investasi saat menghadiri peringatan HUT UNS Solo. Jokowi mengingatkan kunci persaingan adalah efisiensi dan kecepatan.

Menurutnya Indonesia harus berani memotong banyak hal agar bisa lebih efisien dan kecepatan, termasuk memotong banyak perizinan yang mempersulit investasi. Jika menteri tidak mampu melakukan itu, maka dia akan diganti.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Johan Budi SP mengungkapkan bahwa Presiden akan Jokowi menggunakan parameter evaluasi untuk mengukur kinerja menteri.

“Evaluasi menteri selalu disampaikan tidak pada satu titik dan waktu tertentu, tetapi adalah keseluruhan dari kerja-kerja para menteri,” ungkap Johan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Namun, menanggapi menguatnya isu reshuffle tersebut, Johan enggan berkomentar. Mantan Juru Bicara KPK itu menyerahkan kepada Presiden Jokowi untuk memutuskan apa yang terbaik menurutnya.

“Apakah evaluasi berujung pada reshuffle atau tidak, sekali lagi saya sampaikan bahwa itu presiden yang memutuskan dan yang tahu,” tegas Johan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.