Rabu, 12 Agustus 20

Istana Bantah Penurunan Harga BBM Bentuk Pengalihan Isu

Istana Bantah Penurunan Harga BBM Bentuk Pengalihan Isu

Jakarta – Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menegaskan bahwa kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (bbm) perlu dilakukan karena berkaitan dengan hajat hidup masyarakat, sebalilknya bukan sebagai bentuk pengalihan isu ditengah memanasnya suhu politik menjelang pergantian Kapolri.

“Pengumuman harga ini merasa perlu diumumkan karena menyangkut kehidupan orang banyak, meskipun ada dinamika politik,” ujar Andi di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Andi melanjutkan meski disibukkan dengan urusan politik namun presiden tetap memikirkan kepentingan masyarakat. Melalui kebijakan ini pemerintah ingin meringankan beban masyarakat.

“Presiden bertanggungjawab menyelenggarakan urusan pemerintahan. Semua harus tetap ditangani presiden,” tutur Andi yang juga mantan pengamat militer tersebut.

Pemerintah membuat kebijakan menurunkan harga bahan bakar minyak (bbm) dengan menyesuaikan harga minyak dunia. Untuk harga premium pemerintah menetapkan menjadi Rp 6.600 perliter dari harga semula Rp 7.600 perliter. Berikut harga solar turun menjadi Rp 6.400 perliter, harga LPG 12kg menjadi Rp 129.000, sedangkan harga semen turun Rp 3000 persak dari harga semula.

Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan penetapan harga baru ini akan berlaku mulai Senin (19/1/2015) pekan depan, pukul 00.00 WIB. Dia berharap dengan adanya kelonggaran masa pemberlakukan ini tidak merugikan kalangan pengusaha.

“Karena mereka punya stok dan stok harga lama bisa dilepas, dan mereka bisa beli stok dengan harga baru,” tutur Sudirman.

Sebagaimana diketahui sebelumnya pada 18 November 2014 lalu pemerintah menaikan harga bbm bersubsidi seperti premiun menjadi Rp 8.500 perliter. Kemudian pada 1 Januari 2015 harga premiun diturunkan pada kisaran harga Rp 7.600 perliter, sedangkan solar seharga Rp 7.250 per liter. (Has)

Related posts