Sabtu, 2 Juli 22

Israel Larang Azan di Masjid Palestina

Israel Larang Azan di Masjid Palestina
* Tentara Israel.

Kanal dua televisi rezim Zionis Israel mengkonfirmasikan pelaksanaan undang-undang pelarangan azan dan perampasan pengeras suara masjid di berbagai wilayah Palestina.

Seperti diwartakan Maannews mengutip kanal dua televisi Israel, aparat kepolisian Israel yang diberi wewenang melaksanakan draf undang-undang pelarangan azan yang rencananya akan diserahkan ke Knesset, menyerbu masjid-masjid Palestina karena azan dikumandangkan di tempat suci tersebut. Polisi Israel di aksinya juga merampas pengeras suara dan dilaporkan akan menjatuhkan denda sebesar 10 ribu shekel.

Tahap pertama undang-undang pelarangan azan di masjid-masjid di Palestina pendudukan dilaksanakan pada Maret 2017 dan untuk disahkan undang-undang resmi, draf tersebut akan diajukan ke parlemen.

Polisi Israel di Masjid al-Quds

Kanal dua televisi Israel melaporkan, sebuah koalisi yang terdiri dari menteri keamanan publik dan menteri lingkungan hidup Israel akan mengkaji draf ini dan kemudian memberi wewenang kepada aparat keamanan untuk merampas pengeras suara di masjid Palestina.

Israel memberlakukan larangan azan melalui pengeras suara di 500 masjid di berbagai wilayah Palestina dengan klaim mengganggu warga Zionis dan menjaga lingkungan hidup.

Rezim Zionis selama beberapa dekade lalu banyak melakukan upaya untuk mengubah identitas Islam bumi Palestina pendudukan dan larangan pengumandangan azan juga termasuk salah satu upaya tersebut.

Boikot Anggota Knesset
Menyusul persetujuan undang-undang di Israel terkait dengan institusi pendidikan di distrik-distrik Zionis, Kementerian Informasi Palestia meminta parlemen negara-negara dunia untuk memasukkan anggota parlemen rezim Zionis (Knesset) yang mendukung resisme dan terorisme ini ke dalam daftar hitam.

Seperti dilansir IRIB, Kementerian Informasi Palestina pada hari Selasa (13/2/2018) mengumumkan bahwa langkah Knesset yang menyetujui undang-undang komprehensif –yang memaksakan ajaran-ajaran Zionis bagi warga Palestina– sebenarnya merupakan tindakan yang menantang tuntutan masyarakat dunia dan menentang penolakan mereka terhadap pembangunan distrik-distrik di wilayah Palestina.

Kementerian Informasi Palestina lebih lanjut menuntut parlemen negara-negara dunia dan parlemen Uni Eropa untuk memboikot anggota Knesset yang mengukung hukum rasis dan ekstrem tersebut.

Departemen Palestina itu juga menuntut pelarangan masuknya anggota parlemen Israel ke negara-negara itu.

Iran Ancam Ratakan Ibukota Israel dengan Tanah
Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran menyinggung ancaman absurd terbaru Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis Israel dan menegaskan bahwa jika rezim Zionis ini melakukan kebodohan terkecil pun, Iran akan meratakan Ibukota Israel Tel Aviv dengan tanah.

Mohsen Rezaei mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Manar Lebanon untuk mereaksi klaim palsu Netanyahu tentang Iran.

PM Israel Benjamin Netanyahu klaim potongan besi itu adalah bagian dari drone.

Sebelumnya, PM rezim Zionis dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich pada hari Minggu (18/2/2018) menunjukkan sebuah potongan besi dari bawah podium dan mengklaim bahwa potongan besi itu adalah bagian dari drone buatan Iran yang ditembak jatuh pada hari Sabtu ketika memasuki zona udara Israel.

Netanyahu juga mengulang klaim-klaim palsu anti-Iran dan mengatakan bahwa Israel akan berusaha untuk mencegah kehadiran militer Iran di Suriah.

Menanggapi klaim-klaim seperti itu, Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran mengatakan bahwa pertunjukan PM rezim Zionis di PBB dan Konferensi Keamanan Munich tidak memiliki nilai apapun bahkan dalam batas nilai permainan dan hiburan anak-anak.

“Para pemimpin Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) tidak mengenal Republik Islam Iran dan tidak memahami kekuatan Muqawama, oleh karena itu mereka selalu mengalami kekalahan,” ujarnya. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.