Kamis, 24 Juni 21

Israel Hancurkan Gedung di Gaza, Kantor Sejumlah Media

Israel Hancurkan Gedung di Gaza, Kantor Sejumlah Media
* Israel serang gedung di Gaza. (Foto: RTR/BBC)

Israel menghancurkan satu gedung yang merupakan kantor sejumlah media termasuk kantor berita Associated Press dan Al Jazeera di Gaza.

Militer Israel menyebut gedung itu menampung “aset militer” milik kelompok Hamas.

Hamas membalas dengan meluncurkan puluhan roket ke berbagai kota, dan menewaskan satu pria di dekat Tel Aviv.

Serangan udara Israel juga menggempur kamp pengungsi di Gaza, menewaskan paling tidak 10 orang, termasuk delapan anak-anak, menurut para pejabat.

Sejauh ini setidaknya 139 orang meninggal di Gaza dan sembilan di Israeal sejak konflik mulai Senin (10/5/2015) lalu.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik diperkirakan akan ditingkatkan menyusul tibanya utusan Amerika Serikat, Hady Amr.

Sabtu (15/5), adalah hari rakyat Palestina memperingati apa yang mereka sebut al-Nakba atau bencana, saat Israel masuk pada 1948.

Militer Israel mengatakan mereka berwaspada menyusul kerusuhan lebih lanjut di antara penduduk keturunan Arab, di Tepi Barat.

Satu jam untuk evakuasi dan musnah dalam dua detik
Serangan terhadap gedung di Kota Gaza terjadi setelah pemilik gedung mendapat telepon dari militer Isael yang menyatakan gedung itu akan dihantam.

Jawad Mehdi, pemilik Jala Tower, mengatakan perwira intelijen Israel memperingatkannya bahwa ia hanya punya satu jam untuk evakuasi, lapor kantor berita AFP.

Dalam telepon dengan perwira itu, AFP mendengarnya meminta tambahan 10 menit agar para wartawan dapat mengangkut peralatan sebelum evakuasi.

“Beri kami 10 menit tambahan,” katanya namun perwira itu menolak.

Al-Jazeera, jaringan media yang didanai pemerintah Qatar, menyiarkan serangan itu secara langsung dan menunjukkan gedung itu hancur.

“Saluran televisi ini tak akan bisa dibungkam. Al Jazeera tidak akan bisa dibungkam,” kata presenter bahasa Inggris, Al Jazeera, Halla Mohieddeen secara emosional. “Kami dapat menjamin itu sekarang,” tambahnya.

Koresponden Al Jazeera Safwat al-Kahlout, yang bekerja di kantor itu dalam 11 tahun terakhir mengatakan, “Saya meliput banyak peristiwa dari gedung ini, pengalaman profesional kami, dan sekarang semuanya musnah dalam dua detik. Musnah.” (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.