Kamis, 16 Juli 20

Israel Akui Berperan dalam Genosida Muslim Rohingya

Israel Akui Berperan dalam Genosida Muslim Rohingya
* Genosida terhadap muslim Rohingya. (ParsToday)

Surat kabar Zionis menulis, Israel memiliki peran dalam genosida terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar.

Menurut IRIB, Senin (2/10/2017), surat kabar Haaretz menulis, ketika negara-negara Eropa dan Amerika Utara telah menghentikan ekspor senjata ke Myanmar, Israel masih melanjutkan langkah ini dalam kerangka membantu militer Myanmar untuk membantai massal Muslim Rohingya.

Haaretz juga menyinggung catatan penjualan senjata Israel ke berbagai negara yang sedang melakukan pembersihan etnis.

Disebutkan bahwa Israel pada dekade 1990-an telah menjual senjata ke negara-negara seperti Rwanda dan Serbia yang sedang melakukan genosida.

Jenderal Min Aung Hlaing, Panglima Tertinggi Militer Myanmar telah berkunjung ke Israel pada September 2015 dan berdialog dengan perusahaan-perusahaan penting produsen senjata Israel.

Serangan terbaru militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, yang dimulai pada 25 Agustus 2017 menewaskan lebih dari 6.000 orang dan melukai 8.000 lainnya serta menyebabkan lebih dari 400.000 orang mengungsi.

Sejak tahun 2012, wilayah Rakhine menjadi ajang serangan militer Myanmar dan ekstremis Budha terhadap Muslim Rohingya. Hak-hak sipil sekitar satu juta Muslim Rohingya di Myanmar telah dirampas oleh pemerintah negara ini.

Genosida di Myanmar, Tragedi Kemanusiaan Baru
Asisten khusus Ketua Majelis Syura Islam Iran (parlemen) untuk urusan internasional menilai genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar, adalah tragedi kemanusiaan baru.

Hossein Amir Abdollahian, Asisten khusus Ketua Parlemen Iran, Ahad (3/9) di laman Twitternya menulis, minoritas Muslim Rohingya di Myanmar membutuhkan bantuan kemanusiaan segera dan dukungan politik serta internasional.

Pada saat yang sama, Abdollahian memprotes kebisuan negara-negara Muslim atas genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran, Rabu (30/8) lalu menyampaikan kekhawatirannya atas kebisuan negara-negara Muslim menyaksikan persekusi terhadap Muslimin Rohingya di Myanmar dan menganggap langkah segera dunia internasional untuk mencegah pembersihan etnis di negara itu sebagai hal yang urgen.

Akibat kekerasan terbaru yang dilakukan militer Myanmar terhadap Muslimin Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Barat Myanmar sejak dua pekan lalu, PBB mengumumkan, ratusan orang tewas.

Sekitar 1,1 juta penduduk Muslim Rohingya hidup di Myanmar, akan tetapi pemerintah negara itu tidak pernah mengakui kewarganegaraan mereka. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.