Sabtu, 29 Januari 22

Islamphobia Digulirkan, Muslim pun Jadi Korban

Islamphobia Digulirkan, Muslim pun Jadi Korban
* Brenton Tarrant pelaku penembakan jamaah muslim di Masjid Al Noor di pusat Kota Christchurch, Selandia Baru Jumat (15/3/2019).

Islamophobia adalah ketakutan terhadap segala sesuatu tentang Islam. Islamophobia saat ini sengaja dibikin “mewabah” di negara-negara Barat (Amerika dan Eropa). Bahkan, ada juga yang menggulirkan Islamphobia di Asia termasuk Indonesia. Agar Islamophobia marak maka diciptakan kejadian-kejadian teror yang menyita perhatian dunia antara lain tragedi WTC di Amerika, Bom bunuh diri di Inggris, Bom Bunuh diri di Spanyol, dan lain sebagainya.

 

Baca juga:

Penembak Muslim di Masjid Selandia Baru Dikategorikan Teroris

Kharis Kutuk Pembunuhan Jamaah Masjid di Selandia Baru!

 

Awalnya, tragedi WTC menuduh Kelompok Islam garis keras Al Qaeda (Osama) sebagai pelakunya sehinga dunia phobi terhadap Islam. Namun, belakangan ternyata tuduhan ini hanya isu ngawur. Osama ternyata bukan otak di balik penyerangan 11 September 2001 tersebut. Bahkan, Pemimpin Al Qaeda itu juga menolak rencana menghancurkan menara kembar WTC di New York, Amerika Serikat (AS). Rahasia ini terungkap dalam buku The Hunt for KSM: Inside the Pursuit and Takedown of the Real 9/11 Mastermind, yang ditulis oleh Terry McDermott dan Josh Meyer.

Tudingan dan pelemparan isu jelas merugikan pihak Islam. Fatalnya, di banyak negara, suara-suara di media dan dalam politik menggunakan pandangan ekstrim dan tindakan teroris Islam untuk menghukum umat Muslim secara umum. Sejak 9/11, umat Islam di Amerika Serikat dan di tempat lain telah mengalami pelecehan dan kekerasan. Namun, syukurlah, sejumlah warga AS sudah percaya serangan 9/11 didesain untuk mengadu domba Islam dan Barat, khususnya Amerika. “Kami yakin Islam sama sekali tidak terkait dengan tragedi ini. Ini ulah orang-orang jahat yang tidak ingin ada perdamaian,” kata Scott McNeill, warga AS yang bekerja di bank di New York.

Al Qaedah dan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dikabarkan ternyata “boneka” ciptaan Amerika. Mantan staf National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional AS, Edward Snowden mengungkapkan, selain Amerika, dua negara lain yang bertanggungjawab terkait ISIS adalah Inggris dan Israel. Tudingan ini diperkuat oleh mantan menteri luar negeri dan ibu negara AS Hillary Clinton yang mengakui bahwa ISIS merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak. Pengakuan tersebut termuat dalam buku terbaru HIllary Clinton “Hard Choice”. Jadi, masihkah percaya dengan dengan propaganda ISIS?

Bentuk-bentuk Islamophobia yang terjadi di Eropa akhir-akhir ini sebagai berikut: (1) Pelarangan pemakaian burka (cadar penutup muka) bagi Muslimah di Prancis, (2) Diskriminasi terhadap pelaksaan ibadah umat Muslim (termasuk pendirian tempat ibadah umat Muslim, dsb.), (3) Pemeriksaan extra ketat di setiap imigrasi transportasi darat, laut, dan udara terhadap mereka yang beragama Islam atau mereka yang berasal dari negara yang mayoritas penduduknya Muslim, dan lain-lain. Kini pun masih juga dikampanyekan dengan berita bohong agar seolah ISIS kuat dan berbahaya.

Menyedihkan lagi, dengan alasan menyerang ISIS, Amerika dan sekutunya memporak-porandakan Suriah yang menewaskan banyak penduduk tak berdosa. Padahal, militer Suriah dikabarkan menemukan sejumlah senjata milik NATO (Amerika) dan buatan Israel di gudang senjata ISIS pada 2018 lalu. Apapun kilahnya, namun terlanjur sudah banyak warga sipil dan bahkan perempuan dan anak-anak tak berdosa tewas akibat serangan Amrika dan sekutunya tersebut.

Kini, Islamphobia dipertontonkan di Selandia Baru yang dilakukan oleh bule kulit putih warga Australia ektrim radikal anti Islam dengan menembaki jamaah muslim di masjid pada Jumat (15/3/2019). Penembakan pertama terjadi di Masjid Al Noor di pusat Kota Christchurch, sedangkan penembakan kedua di Masjid Linwood di pinggiran kota. Pelaku penembakan di masjid Al Noor yang menewaskan 50 orang muslim adalah Brenton Tarrant (28), kulit putih non muslim radikal bersama dua pria dan satu perempuan.

Namun, ibarat sudah jatui tertimpa tangga, muslim yang jadi korban malah disalahkan. Senator parlemen Australia, Fraser Anning menyalahkan imigran muslim setelah pembantaian di dua masjid di kota Christchurch tersebut. Anning yang mewakili negara bagian Queensland di Senat Australia berkomentar di akun di Twitternya, “Penyebab pertumpahan darah sesungguhnya di jalanan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum Muslim fanatik untuk bermigrasi ke Selandia Baru”.

Pernyataan senator bule sontoloyo ini menunai kecaman dari dunia muslim. Pihak DPR RI pun ikutan memberi kecaman. Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengutuk teror terhadap jamaah dua masjid di Christchurch dan mendesak pemerintah RI menangkal Senator ‘kurang ajar’ Fraser Anning memasuki Indonesia. Pasalnya, teror tersebut adalah ekspresi kebiadaban yang mencederai rasa kemanusiaan siapa pun, terlebih dilakukan di tempat ibadah yang disucikan umat Islam.

Sidang Darurat OKI juga digelar menyusul insiden yang merugikan muslim tersebut. Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi pada Minggu (17/3), mengkonfirmasikan penyelenggaraan sidang darurat tingkat menlu anggota OKI di Istanbul, Turki. Menurut laporan IRNA, Shah Mahmood Qureshi mengatakan, sidang darurat Dewan Menlu OKI ditujukan untuk menyatukan umat Islam dalam melawan Islamophobia, menjalankan solusi efektif untuk melawan kebencian terhadap Islam serta mengkaji dampak berbahayanya. Sidang ini akan digelar 22 Maret di Istanbul.

Lebih jauh lagi, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai pelaku utama serangan ke masjid Selandia Baru. Menurut laporan The Hill, Nihad Awad, Ketua CAIR hari Jumat (15/3) mengatakan, selama kepemimpinan Donald Trump dan selama kampanye pemilunya, Islamofobia meningkat drastis dan serangan terhadap Muslim tak berdosa, imigran dan masjid semakin marak. Menurutnya, pelaku serangan teror yang dipengaruhi kebencian di AS dan Eropa melakukan aksi biadabnya ini. Yang jelas, dunia Islam mengecam serangan teror di dua masjid Selandia Baru tersebut. Karena muslim menjadi korban akibat Islamphobia digulirkan! (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.