Rabu, 17 Juli 19

Isi Pidato Eggi Sudjana yang Berujung Tersangka

Isi Pidato Eggi Sudjana yang Berujung Tersangka
* Eggi Sudjana. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Advokat Eggi Sudjana tak bakal menyangka ucapannya tentang people power di Jalan Kertanegara,  Jakarta, Rabu 17 April 2019 lalu bakal berujung pada kasus hukum di kepolisian.  Atas ucapannya itu Eggi ditetapkan tersangka karena diduga melakukan tindakan kejahatan makar.

 

Baca juga:

Eggi Sudjana Ditetapkan Tersangka Kasus Makar

Pelaporan Eggi Sudjana Tabrak UU 39/1999

Dukungan untuk Eggi Sudjana di MK

 

Pidato ajakan people power oleh Eggi itu terekam dalam sebuah video yang belakangan menjadi viral. Video itu yang kemudian dilaporkan oleh relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), Supriyatno, ke Badan Reserse Kriminal Polri. Dalam video itu, Eggi Sudjana tampak berpidato mengenakan kemeja dan kopiah berwarna putih.

Berikut adalah transkrip pidato lengkap Eggi Sudjana dalam video tersebut:

“Terus semua kecurangan ini diakumulasi. Saya dengan tadi insya Allah setelah jam 7 jam 8 akan diumumkan secara resmi apakah betul ada kecurangan yang serius maka analisis yang sudah dilakukan oleh pemimpin kita juga bapak Prof. Dr Amien Rais, kekuatan people power itu mesti dilakukan. Setuju? Berani? Berani?

Kalau people power itu terjadi, kita tak perlu lagi mengikuti kontek-kontek tahapan tahapan. Karena ini udah kedaulatan rakyat. Bahkan ini mungkin cara dari Allah untuk mempercepat Prabowo dilantik. Tidak harus nunggu 20 Oktober. Inilah kekuatan people power Insya Allah. Tapi kita berharap tetap persatuan indonesia harus dijaga. Tidak boleh kita pecah antar bangsa.”

Dalam kasus tersebut, kemarin Eggi diperiksa oleh penyidik sebagai tersangka dugaan kasus makar sekitar 13 jam sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Setelah pemeriksaan, polisi pun memberikan surat penangkapan untuk Eggi yang bernomor B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum. Surat penangkapan menyatakan Eggi ditahan selama 1×24 jam terhitung keluarnya surat tersebut.

Politikus PAN itu disangka melanggar Pasal 107 dan 110 juncto pasal 87 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap.

Eggi Sudjana juga dijerat pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Berdasarkan surat penangkapan, kejadian yang diperkarakan adalah seruan people power yang Eggi sampaikan pada 17 April 2019, salah satunya di rumah pemenangan Prabowo – Sandi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.