Sabtu, 28 Mei 22

Irjen (Pol) Teddy Minahasa, Dua Kepercayaan dalam Setengah Tahun

Irjen (Pol) Teddy Minahasa, Dua Kepercayaan dalam Setengah Tahun
* Irjen (Pol) Teddy Minahasa. (Foto: manadopost)

Jakarta, Obsessionnews.com -Kepercayaan yang diberikan kepada Irjen (Pol) Teddy Minahasa Putra di pertengahan tahun 2021 ini sungguh luar biasa. Betapa tidak, belum lama didaulat sebagai Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2021-2026, tetiba kemarin Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menunjuknya sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) yang baru menggantikan Irjen Toni Harmanto.

Teddy merupakan perwira tinggi lulusan Akpol 1993 yang berpengalaman di bidang lalu lintas (Lantas). Beberapa jabatan strategis pernah diembannya. Salah satunya menjadi staf ahli dan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, Teddy juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Wakapolda Lampung serta Karopaminal Divpropam Polri dan Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri.

Namun, meski load tugas pria
kelahiran 23 November 1971 Minahasa, Sulawesi Utara, ini sangat tinggi, dia tak melupakan hobinya mengaspal dengan moge alias motor gede. Ihwal kedekatannya dengan komunitas oge khususnya HDCI bukanlah hal baru. Ia sudah sejak lama berkiprah di situ. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HDCI. Kemudian, dalam
musyawarah nasional (Munas) HDCI ke-7 pada 29 Mei 2021 di Hotel JW Marriot, Teddy didaulat sebagai Ketua Umum HDCI periode 2021-2026.

Tampaknya, ada kesamaan tekad sebagai Ketua Umum HDCI dengan pengawal bhayangkari negara, yakni dapat memberi manfaat kepada bangsa dan negara. Hal itu dia kemukakan dalam pidato sambutannya sebagai ketua umum HDCI.

“Kita ingin mewujudkan HDCI sebagai organisasi nasional dan skala global yang bermanfaat untuk anggota sendiri, untuk masyarakat, untuk bangsa dan negara yang kita cintai. Itu visi yang ingin kita capai,” katanya saat itu.

Lalu bagaimana dengan eksistensinya sebagai aparat kepolisian di satu sisi dan pengurus HDCI di sisi lain? Menurut Teddy ,justru banyak manfaatnya. Sebab, apabila polisi aktif itu berkiprah dalam berbagai komunitas dapat mengaplikasikan konsep yang selama ini diadopsi Polri dan dikembangkan dan membumi dengan masyarakat.

“Tentunya kita sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat banyak manfaat apabila kita membumi bergaul mendalami sosiologi yang ada di masyarakat. Saya rasa, kalau masalah tugas yang utama kedinasan, sedangkan kegiatan komunitas bisa kita memiliki perangkat yang mengembalikan roda organisasi,” tegasnya. (Sahrudi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.