Rabu, 22 September 21

Irgan: Pembunuh Angeline Pantas Dihukum Mati

Irgan: Pembunuh Angeline Pantas Dihukum Mati
* Anggota Fraksi PPP DPR Irgan Chairul Mahfiz

Jakarta, Obsessionnnews – Anggota Fraksi PPP DPR Irgan Chairul Mahfiz mengutuk pembunuhan terhadap Angeline. “Sadis, kejam, tidak berperikemanusiaan. Anak yang harusnya dididik, dibina, dan dilindungi, ternyata diperlakukan tidak manusiawi. Dan bahkan dihilangkan nyawanya. Pelakunya pantas dihukum mati,” kata Irgan ketika dihubungi obsessionnews.com, Senin (15/6/2015) sore. (Baca: Temukan Mayat Angeline, Polda Bali Patut Diapresiasi)

Angeline dan ibu angkatnya, Margareith .
Angeline dan ibu angkatnya, Margareith .

Kasus Angeline, murid SD Negeri Sanur, Denpasar, Bali, menyedot perhatian publik ketika dilaporkan hilang oleh ibu angkatnya, Margareith, pada Sabtu (16/5). Margareith melaporkan anak itu tiba-tiba raib ketika sedang main di depan rumah. (Baca: Angeline: Mengapa Aku Harus Dilahirkan? (Sebuah Dramatisasi) 1)

Bocah ayu yang tewas dalam usia 8 tahun.
Bocah ayu yang tewas dalam usia 8 tahun.

Lantaran sudah menjadi isu nasional aparat Kepolisian Daerah (Polda) Bali bekerja ekstra keras dan akhirnya menemukan Angeline telah tak bernyawa. Tubuh bocah delapan tahun itu terkubur di bawah kandang ayam di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Rabu (10/6). Jasadnya ditemukan dalam keadaan utuh dalam posisi tertekuk. Jasadnya berbalut pakaian warna abu-abu dan ditemani boneka berbentuk perempuan Korea. (Baca: Angeline: Mengapa Aku Harus Dilahirkan? (Sebuah Dramatisasi) 2)

Selanjutnya polisi membawa Margareith ke Markas Kepolisian Resor Kota Denpasar untuk diperiksa lebih lanjut terkait penemuan kuburan Angeline. Juga polisi memeriksa dua kakak Angeline, yakni Christina dan Ivon, serta mantan pembantu rumah tangga, Agus. Polisi telah menetapkan Agus dan Margareith sebagai tersangka. (Baca: Angeline: Mengapa Aku Harus Dilahirkan? (Sebuah Dramatisasi) 3)

Hamida (kanan) ibu kandung Angeline
Hamida (kanan) ibu kandung Angeline

Hamida, ibu kandung Angeline, sangat terpukul atas tewasnya Angeline. Hamida berteriak histeris memanggil nama anaknya dan mencaci-maki Margareith sambil memukul pintu ruang otopsi RS Sanglah, Sanur, Rabu (10/6). (Baca: Bajingan Kamu Margaret…. Kenapa Bunuh Anakku?)

Seperti diketahui, karena alasan ekonomi Hamida menyerahkan Angeline yang berusia tiga hari kepada Margaret dan suaminya. Pasangan suami istri itu kemudian membesarkan Angeline di rumah mereka di Denpasar.
Beberapa tahun lalu, suami Margaret yang merupakan warga negara asing meninggal. Kabarnya, Angeline mendapat warisan dengan nilai cukup besar dari ayah angkatnya itu. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.