Rabu, 8 Desember 21

Iran Desak Penghapusan Senjata Kimia di Dunia

Iran Desak Penghapusan Senjata Kimia di Dunia

Republik Islam Iran menyerukan dunia yang bebas dari senjata kimia dan mengingatkan masyarakat internasional tentang kewajiban hukum dan etika untuk memberikan kompensasi kepada korban senjata kimia.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam pesan tertulis yang dibacakan pada acara peringatan serangan kimia di kota Sardasht, Provinsi Azarbaijan Barat, Senin (27/6/2016), mendesak masyarakat internasional untuk mencegah terulangnya tragedi tersebut.

“Serangan kimia Sardasht harus menjadi acara simbolis untuk mengambil tindakan kolektif terhadap kejahatan perang dan penggunaan senjata pemusnah massal,” tambahnya seperti dikutip IRNA.

Pesan ini menandai peringatan ke-29 atas pemboman kimia 1987 oleh rezim Saddam di kota yang terletak di barat laut Iran.

Diplomat senior Iran ini juga memperingatkan terhadap serangan kimia baru oleh para teroris yang memiliki akses ke senjata kimia.

“Insiden pahit serangan kimia Halabcheh dan Sardasht sedang berulang di wilayah tersebut,” tegasnya.

Menurut Zarif, kekuatan hegemonik sedang mengulangi kesalahan masa lalu mereka dengan mempersenjatai kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh, dengan senjata kimia dan bom kuman di Suriah dan Irak.

Republik Islam, tandasnya, mengutuk setiap kegiatan yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal. Iran mendesak penghapusan senjata pemusnah massal dari semua tempat penyimpanan.

Dalam pesannya, Zarif menyampaikan belasungkawa kepada orang-orang yang terluka dengan senjata kimia dan keluarga korban. Ia mencatat bahwa peringatan serangan kimia Sardasht adalah kesempatan untuk mengingatkan tanggung jawab masyarakat internasional terhadap mereka yang menjadi korban senjata kimia.

“Pemerintah Iran akan menuntut hak-hak semua orang yang terluka dengan senjata kimia dan keluarga korban di badan-badan internasional,” ujarnya.

Pada 28 Juni 1987, rezim Saddam menyerang kota padat penduduk di perbatasan Iran, Sardasht dengan senjata kimia. Serangan ini menewaskan 119 warga sipil dan melukai lebih dari delapan ribu lainnya. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.