Rabu, 20 Oktober 21

IPW Desak Kapolda Riau Usut Kematian Siswa Polisi

IPW Desak Kapolda Riau Usut Kematian Siswa Polisi
* Ilustrasi institusi Polri. (Foto: fajar.co.id)

Jakarta, obsessionnews.com Ketua Indonesia Police Watch ( IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mengusut tuntas meninggalnya Siswa Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Rohidin Dihir asal Raja Ampat, Papua Barat, pada Kamis (16/9/2021) di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Menurut Sugeng dalam keterangan tertulisnya, pada Sabtu (18/9), penyelidikan patut dilakukan oleh Kapolda Riau, sebab pihak keluarga merasa ada kejanggalan dengan kematian Rohidin.

“Keluarga menduga adanya tindakan kekerasan, penganiayaan terhadap almarhum saat mengikuti pendidikan di SPN Polda Riau,” ujar Sugeng.

Untuk itu, IPW meminta Kapolda Riau melakukan Visum Et Repertum sehingga hak untuk tahu dari orang tua korban terpenuhi.

“Dengan adanya transparansi pada konsep Polri Presisi sekarang ini, sepatutnya penyebab kematian Rohidin dipublikasikan oleh Kapolda Riau,” tambah Sugeng.

Dia memaparkan, Rohidin Dihir bersama 158 Calon Siswa Bintara asal pengiriman Polres Raja Ampat melanjutkan tes tahap dua di Polda Papua Barat. Kemudian, dia dinyatakan lolos seleksi, dan akhirnya dapat mengikuti pendidikan di SPN Polda Riau.

Dengan meninggalnya Rohidin yang dikatakan sakit oleh kepolisian, pihak keluarga tidak percaya. Pasalnya, almarhum dari awal mengikuti seleksi masuk Bintara Polri mempunyai hasil yang membanggakan baik dari hasil seleksi akademik maupun kesehatan.

“Bahkan, Rohidin mempunyai kemampuan fisik dan kesehatan yang baik saat mengikuti seleksi hingga masuk pendidikan Sekolah Bintara Polri di SPN Polda Riau,” lanjut Sugeng.

Pihak kepolisian sendiri menyatakan, siswa SPN Polda Riau dari Papua Barat atas nama Rohidin Dihir/Ton II B Yon 1 meninggal dunia di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru karena Sakit dengan diagnosa suspect Leukimia + hepatospleenomegali (pembesaran hati dan limpa).

Sebelum meninggal, pada 6 September 2021 pukul 20.00 WIB, Rohidin berobat ke Poliklinik SPN Polda Riau dengan keluhan nyeri perut dan dilakukan penanganan serta diobservasi di klinik.

Selanjutnya pada 7 September 2021 pukul 10.00 WIB, Rohidin di rujuk ke RS Bhayangkara ke poli spesialis bedah. Karena kondisi yang terus memburuk, pada 9 September 2021, Rohidin dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan pada 16 September 2021 pukul 09.15 WIB meninggal dunia. (Rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.