Kamis, 29 Oktober 20

IPOC 2017 akan Dihadiri 1.500 Pebisnis Sawit dari 23 Negara

IPOC 2017 akan Dihadiri 1.500 Pebisnis Sawit dari 23 Negara
* Sebanyak 1.500 lebih pelaku bisnis industri kelapa sawit dari 23 negara bakal menghadiri 13th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2018 Price Outlook di Bali pada 1-3 November 2017. (Dok. Gapki)

Jakarta, Obsessionnews.comSebanyak  1.500 lebih pelaku bisnis industri kelapa sawit dari 23 negara bakal menghadiri 13th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2018 Price Outlook di Bali Nusa Dua Convention Center.

Acara yang akan digelar pada 1-3 November 2017 mendatang ini juga menghadirkan para perwakilan petani kelapa sawit.

Rencananya, konferensi sawit terbesar di dunia ini akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Sejumlah menteri lain pun dijadwalkan turut hadir antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan A Djalil.

Chairperson IPOC 2017, Mona Surya, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya mengambil tema Growth through Productivity: Partnership with Smallholders. Ini  untuk mendapatkan insight pengelolaan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang sesuai dengan tuntutan global yang semakin concern dengan isu-isu keberlanjutan.

“Terutama hubungan antara perusahaan dengan petani,” kata Mona dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Ia mengatakan Darmin Nasution akan menyampaikan sambutan pembuka dengan memaparkan arahan kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri kelapa sawit nasional. Ini karena peran industri minyak sawit yang semakin besar terhadap perekonomian nasional baik dalam hal sumbangan devisa ekspor, pengentasan kemiskinan, maupun penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, kata Mona, Menteri Sofyan Djalil akan menyampaikan paparan terkait kebijakan tata ruang yang menjadi landasan pengembangan industri minyak sawit di Indonesia.

“Kami bersyukur karena jumlah peserta konferensi tahun ini tidak kalah dengan IPOC tahun lalu. Selain itu, 96 booth sudah sold out dari total 98 booth pameran yang tersedia. Isu-isu minyak sawit menjadi isu yang mendapat perhatian besar dari para pelaku usaha di seluruh dunia,” kata Mona yang juga CEO PT Minanga Ogan ini.

Sejumlah pakar akan menjadi pembicara dalam konferensi selama dua hari tersebut di antaranya Alexandre P Cooman (Cenipalma), Dato’ Dzulkifli Abd Wahab (Felda), perwakilan dari Bank Mandiri, Rino Afrino (Apkasindo/Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), Mahendra Siregar (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), dan Dr Sri Adiningsih (Dewan Pertimbangan Presiden).

Selain itu, tampil sebagai pembicara adalah Bayu Krisnamurthi (Indonesian Societyof Agricultural Economics/Perhepi), Dono Boestami (Oil Palm Plantation Fund Management Agency/BPDPKS), Dodi Reza Alex Noerdin (Bupati Musi Banyuasin), Suroso Rahutomo (Peneliti PPKS), Mariadaniela Bolanos (Grepalma), Thomas Mielke, ISTA Mielke GmbH (Oil World), James Fry (LMC International Ltd Inggris), Rasheed Janmohammad (Pakistan Edible Oil Refiners Association/PEORA), dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd, Inggris).

“Para pembicara dari luar negeri sebagian sudah beberapa kali menjadi pembicara dalam IPOC, namun ada beberapa yang baru. Salah satunya James Fry yang analisisnya selalu dinanti para peserta,” pungkas Mona. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.