Sabtu, 31 Oktober 20

IPC Rencana Bangun Maritime Tower di Jakarta

IPC Rencana Bangun Maritime Tower di Jakarta
* Bangunan Port of Tanjung Priok dan ruang aktif bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok. (foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Proyek pembangunan Kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) merupakan upaya optimalisasi alur sungai dengan menggunakan kapal tongkang sebagai alternatif moda transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dengan area hinterland, sehingga dapat mengurangi kongesti jalan di darat dan diharapkan berdampak pada efisiensi waktu dan biaya.

“Proyek Ini dibangun dengan melalui tiga tahapan, yang kedepannya akan dilengkapi dengan Terminal Petikemas dan Terminal Curah yang diharapkan selesai pada tahun 2021,” ungkap Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Sedangkan untuk pembangunan Pelabuhan Sorong di Papua Barat direncanakan untuk menjadi pelabuhan hubungan di Indonesia Timur sehingga arus tol laut yang ditargetkan hingga ke Timur Indonesia dapat berjalan sesuai rencana. “IPC berupaya untuk memulai pembangunan Tahap l Pelabuhan Sorong dengan proyeksi kapasitas 500,000 TEUs,” kata Elvyn.

Untuk penandatanganan kesepakatan pengembangan Sorong Terintegrasi antara IPC dengan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah dilakukan, serta berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam Penyusunan Rencana lnduk Pelabuhan (RIP) Sorong Terintegrasi.

Sementara itu dalam meningkatkan sinkronisasi dan sinergitas antar stakeholders terkait, IPC berencana untuk membangun Maritime Tower di Jakarta Utara, yang akan menjadi pusat aktifitas seluruh stakeholder pelabuhan. “Pembangunan Maritime Tower ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi antar pihak,” ungkapnya.

Saat ini IPC tengah mengembangkan gagasan ‘Pelabuhan Indonesia Incorporated’ dimana sebagai tahap awal akan dijajaki pelaksanaan cross ownership program yaitu menggabungkan beberapa anak perusahaan sejenis yang dimiliki PT Pelindo I – IV sehingga dapat memberi dampak pasar yang Iebih luas.

“Serta mempunyai kesamaan standarisasi operasional maupun sistem sehingga dapat memberikan pelayanan jasa yang maksimal kepada para pengguna jasa pelabuhan,” kata Elvyn. (Poy)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.