Sabtu, 31 Oktober 20

IPC Optimalisasi Teknologi Pelabuhan

IPC Optimalisasi Teknologi Pelabuhan
* Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau pelabuhan. (Dok: IPC)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT  Pelabuhan  Indonesia II (Persero)  atau  Indonesia Port Corporation (IPC) berkomitmen mengembangan ekspor nasional. Tentunya ini harus didukung dengan peningkatan kinerja pelayanan dan operasional perusahaan.

Salah satunya dengan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan melakukan modernisasi infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan, sebagai upaya menekan biaya logistik di tanah air.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono R. Irianto mengatakan optimalisasi penggunaan teknologi informasi tersebut, pihaknya telah menerapkan berbagai aplikasi seperti Vessel Traffic System (VTS), Marine Operating System (MOS), Peti Kemas & Non Peti Kemas Terminal Operation System.

“Seluruh pelabuhan yang dikelola IPC juga menerapkan aplikasi Auto Tally, Auto Gate serta E-service,” kata Saptono dalam acara “Forum Ekspor 500” di Kompleks PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/4/2018).

Forum Ekspor 500 merupakan wadah silaturahmi antarpelaku utama dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan ekspor nasional, yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Saptono menjelaskan, ada empat langkah strategis lainnya yang diimplementasikan IPC untuk mewujudkan pelabuhan yang efisien. Antara lain peningkatan pelayanan, pembangunan proyek strategis, penerapan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet (inaportnet), dan sistem pelayanan berbasis elektronik seperti e-registration, e-booking, e-tracking & tracing, e-payment, e-billing dan e-care.

Menurutnya, digitalisasi pelabuhan telah meningkatkan kinerja operasional dan pelayanan. Misalnya, pada tahun 2017, keseluruhan arus barang mencapai 57 juta ton lebih, atau melampaui target sebesar 5,56 persen. Arus peti kemas mengalami kenaikan 0,8 persen dari target yang sebesar 5.144.240 box.

“Dari sisi dwelling time, kami berhasil menurunkannya menjadi kurang lebih 3 hari. Upaya untuk menekan dwelling time ini dilakukan dengan penerapan Integrated Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Saptono.

IPC juga telah mampu memfasilitasi persinggahan kapal kontainer berkapasitas besar. Sejak tahun 2017, Pelabuhan Tanjung Priok melayani kapal container berkapasitas 10 ribu TEUs, rute direct call. Kapal kontainer ukuran besar ini berlayar rutin setiap minggu dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Los Angeles & Oakland, Amerika Serikat. (Popi)

 

Baca juga:

Triwulan I 2018 IPC Raup Pendapatan Usaha Rp2,60 Triliun

IPC dan Askrindo Tandatangani MoU Sinergi Bisnis Antar BUMN

IPC Melalui Anak Usahanya Resmikan Fasilitas Billing Centerdi Pelabuhan Tanjung Priok

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.