Sabtu, 31 Oktober 20

IPC Dukung Pengembangan Ekspor Nasional

IPC Dukung Pengembangan Ekspor Nasional
* Acara Forum Ekspor 500. (foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com PT Pelindo II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) menggelar acara Forum Ekspor 500 di Kompleks PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/4). Forum Ekspor 500 ini merupakan wadah silaturahmi antarpelaku utama dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan ekspor nasional yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono R. Irianto mengatakan, IPC akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan melakukan modernisasi infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan, sebagai upaya menekan biaya logistik di Tanah Air.

“Selain untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan operasional perusahaan, upaya ini juga bentuk komitmen IPC mendukung pengembangan ekspor nasional,” ujar Saptono dalam keterangan resminya.

Optimalisasi penggunaan teknologi informasi tersebut, IPC telah menerapkan berbagai aplikasi seperti Vessel Traffic System (VTS), Marine Operating System (MOS), Peti Kemas dan Non Peti Kemas Terminal Operation System. “Seluruh pelabuhan yang dikelola IPC menerapkan aplikasi Auto Tally, Auto Gate serta E-service,” kata Saptono.

Dia menjelaskan, ada 4 langkah strategis lainnya yang diimplementasikan IPC untuk mewujudkan pelabuhan yang efisien. Keempat hal tersebut antara lain peningkatan pelayanan, pembangunan proyek strategis, penerapan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet (inaportnet), dan sistem pelayanan berbasis elektronik seperti e-registration, e-booking, e-tracking & tracing, e-payment, e-billing dan e-care.

Menurut Saptono, digitalisasi pelabuhan telah meningkatkan kinerja operasional dan pelayanan. Pada Tahun 2017, misalnya, keseluruhan arus barang mencapai 57 juta ton lebih, atau melampaui target sebesar 5,56 persen. Arus peti kemas mengalami kenaikan 0,8 persen dari target yang sebesar 5.144.240 box.

“Dari sisi dwelling time, kami berhasil menurunkannya menjadi kurang lebih 3 hari. Upaya untuk menekan dwelling time ini dilakukan dengan penerapan Integrated Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Saptono.

Saat ini, IPC juga telah mampu memfasilitasi persinggahan kapal kontainer berkapasitas besar. Sejak tahun 2017, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta melayani kapal container berkapasitas 10 ribu TEUs, yang melayani rute direct call. Kapal kontainer ukuran besar ini berlayar rutin setiap minggu dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Los Angeles & Oakland, Amerika Serikat. (Poy)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.