Sabtu, 31 Oktober 20

IPC dan Balitbang ESDM Tanda Tangani MoU Soal Listrik di Pelabuhan

IPC dan Balitbang ESDM Tanda Tangani MoU Soal Listrik di Pelabuhan
* Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Coorporation (IPC) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi di bidang energi dan sumber daya mineral di Kantor Pusat IPC, Jakarta, Rabu (1/8/2018). (foto: Doc IPC)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Coorporation (IPC) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) atau Nota Kesepahaman kerja sama penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi di bidang energi dan sumber daya mineral di Kantor Pusat IPC, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Dengan kerja sama ini, Balitbang ESDM akan mendukung kajian pemenuhan kebutuhan listrik di seluruh pelabuhan yang dikelola IPC, terutama dari sumber energi terbarukan. “Tim Balitbang ESDM memiliki sumber daya untuk melakukan pemetaan (mapping) kebutuhan energi pelabuhan. Di sisi lain, IPC membutuhkan pemetaan tersebut untuk  memastikan terpenuhinya kebutuhan energi, seperti listrik di semua pelabuhan, yang setiap tahun terus meningkat,” ujar Direktur Komersial & Pengembangan Usaha IPC Saptono R. Irianto dari keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Jakarta, Kamis (2/7).

Ruang lingkup penandatanganan MoU ini adalah mempersiapkan rencana kerja sama yang meliputi inventarisasi potensi-potensi yang dimiliki kedua belah pihak untuk dikerjasamakan. Seperti melakukan kajian, studi kelayakan dan pengembangan untuk pemenuhan kebutuhan energi di wilayah kerja IPC, pemanfaatan dan human capital development antara lain penyediaan tenaga ahli Balitbang ESDM di bidang energi dan sumber daya mineral, pertukaran data dan informasi, serta kegiatan lain yang disepakati kedua belah pihak.

“MoU ini berlaku untuk jangka waktu selama tiga tahun,” kata Saptono.

Dia menjelaskan, IPC saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat. “Rencana ini muncul untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pasokan listrik, sejalan dengan bertambahnya volume aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur,” tuturnya.

Menurutnya, bukan tidak mungkin pengembangan energi yang terbarukan ini juga akan direplikasi di seluruh pelabuhan yang dikelola IPC. “Kita ingin IPC sebagai pelabuhan modern ikut ambil bagian dalam mengembangkan dan memanfaatkan energi terbarukan yang relatif murah dan ramah lingkungan,” ungkap Saptono.

Dalam kesempatan itu, Saptono didampingi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, F.X. Sutijastoto. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.