Sabtu, 18 September 21

Investigasi Kasus Novel akan Ungkap Banyak Hal

Investigasi Kasus Novel akan Ungkap Banyak Hal

Jakarta, Obsessionnews.com – Adanya teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan pada Selasa (11/4) subuh, di Jakarta, mendapat kecaman Ikatan Alumni Unievrsitas Indonesia (ILUNI UI).

Sekjen ILUNI UI, Hidayat Matnur menyerukan agar Presiden Jokowi membentuk task force khusus di luar kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh dan tuntas dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan. Task force khusus tersebut tidak bisa dilakukan oleh aparat polisi biasa tetapi gabungan tim yang melibatkan kelompok masyarakat sipil (civil society).

“Pembentukan tim khusus dibawah koordinasi Polda Metro dinilai belum sempurna di mata publik karena citra polisi dan KPK yang saat ini sering berseberangan khususnya terkait pendapat Novel Baswedan terkait posisi penyidik baru di tubuh KPK,” tegasnya, Kamis (13/4/2017).

Ia menyatakan, ILUNI UI menghendaki kasus kekerasan Novel Baswedan dibuka secara publik dan investigasi terbuka harus dilakukan karena akan mengungkapkan banyak hal. Presiden Jokowi harus serius memantau kasus tersebut. Presiden harus mengawal kasus tersebut secara detail dan melekat.

“Kejadian kekerasan tersebut secara tidak langsung mencoreng wajah pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi karena Pemerintahan yang sangat konsen terhadap kasus korupsi tetapi belum optimal melindungi aparat anti korupsinya. Kala aparat anti korupsinya ketakutan maka pemberantasan korupsi menjadi terhambat,” tandasnya.

Ketua ILUNI UI, Ima Soeriokoesoemo juga meminta seluruh petugas anti korupsi untuk tidak takut terhadap kekerasan dan teror seperti ini, masyakarat dan alumni UI senantiasa mendukung apa yang dilakukan Novel Baswedan dan kawan-kawan untuk menegakan keadilan dan memberantas kasus korupsi secara adil dan berani.

Novel Baswedan menjadi korban kekerasan oleh dua orang pelaku yang menggunakan helm. Satu dari dua pelaku tersebut menyiramkan cairan kimia ke wajah Novel Baswedan. Keluarga menyebutkan novel dikenai cairan dari air keras (mercuri) dan kini sedang dilakukan perawatan insentif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Novel Baswedan terlihat begitu menonjol dalam kasus terbelahnya KPK terkait posisi penyidik baru didalam tubuh KPK. Novel Baswedan juga sedang menyelidiki banyak kasus dengan tingkat kontroversi politik yang tinggi seperti Kasus sumber waras, kasus korupsi e-ktp, kasus reklamasi.

Sebagaimana diinfokan oleh aktivis anti korupsi ILUNI UI, kondisi mata kiri Novel Baswedan mengalami gangguan serius dan tim dokter sedang melakukan beberapa langkah apakah akan dilakukan transplantasi kornea atau cara lain. ILUNI UI menyerukan agar bangsa Indonesia berdoa agar Novel Baswedan diberikan kesembuhan yang sempurna dan mengutuk keras pelakunya.

Adanya teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan juga disesalkan oleh Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KAUNSOED).

Dalam pernyataan sikap KAUNSOED yang ditandatangani Ketua dan Sekjennya, Haiban Hadjid dan Erie Sasmito, menyatakan mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan pelaku. KAUNSOED juga mendorong pihak Kepolisian RI untuk menangkap, mengungkap dan mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual di belakang aksi teror tersebut.

Selain itu, meningkatkan kewaspadaan, dan keamanan secara umum serta memberikan perlindungan bagi para penyelidik, penyidik, penuntut KPK dan pegawai KPK, juga terhadap penegak hukum lainnya, agar di masa mendatang peristiwa seperti ini tidak terulang kembali.

Kemudian, melawan segala bentuk intimidasi, kekerasan dan pelemahan yang bertujuan menghalangi pemberantasan korupsi. Selanjutnya, menghimbau dan mengajak seluruh KAUNSOED, Civitas Akademika Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dan masyarakat luas untuk aktif memerangi korupsi. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.