Sabtu, 21 Mei 22

Investasi Kaltim Makin Mengkilap

Investasi Kaltim Makin Mengkilap
* Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak. (foto: Sutanto/Men's Obsesion)

Jakarta, Obsessionnews.com – Diberi kepercayaan menjabat dua kali periode (2008-2013 dan 2013-2018) sebagai Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) membuat Awang Faroek Ishak bergerak untuk memajukan pembangunan Bumi Etam ini. Di tangan Awang pembangunan di Kaltim khususnya di bidang investasi semakin mengkilap dan cukup memuaskan.

Berdasarkan rilis dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, rasio realisasi investasi terhadap rencana investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun 2017 sebesar 35,10 persen, naik 21,03 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 14,07 persen.

Sementara target realisasi investasi di Kaltim 2017, ditetapkan pencapaianya sebesar Rp 34,97 triliun. Dengan rincian Rp 12,24 triliun untuk PMDN dan Rp 22,73 triliun untuk PMA. Total realisasi investasi sampai dengan Desember 2017 sebesar Rp. 28,20 triliun. Rinciannya, terdiri dari PMA sebesar Rp 17,22 triliun dan PMDN sebesar Rp 10,98 triliun.

Pencapaian realisasi investasi tahun 2017 meningkat 20,97 persen dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp 23,31 triliun. Dan jika dibandingkan dengan target realisasi investasi tahun ini (Rp 34,97 triliun), maka pencapaian realisasi investasi sampai dengan Desember mencapai 80,64 persen, lebih baik dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 59,27 persen, dari target.

Realisasi investasi PMDN Rp 10,98 triliun ini terbagi dalam 357 paket proyek. Dengan lokasi yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota Kaltim.

Investasi paling besar terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu mencapai Rp 3,88 triliun atau 35,34 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN. Selanjutnya, Kabupaten Berau menempati urutan kedua dengan nilai investasi sebesar Rp 3,26 triliun atau 29,66 persen, Kabupaten Kutai Barat dengan nilai investasi sebesar Rp 1,76 triliun atau 16,03 persen.

Sementara, Kabupaten Kutai Timur dan Penajam Paser Utara juga mencatatkan nilai realisasi investasi yang cukup tinggi. Sedangkan untuk PMA, total realisasi investasi sampai dengan triwulan IV atau Desember 2017 mencapai 1,285 miliar dollar atau sebesar Rp 17,22 triliun.

Tersebar di 10 kabupaten/kota. Kabupaten Kutai Timur memberikan kontribusi paling siginifikan dengan nilai 711,56 juta dollar (Rp 9,53 triliun) atau 55,36 persen dari total realisasi PMA yang terdiri atas 80 proyek PMA. Kemudian disusul oleh Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 230,62 juta dollar (Rp 3,09 triliun) atau 17,94 persen yang terdiri atas 119 proyek, selanjutnya Kota Balikpapan sebesar 171,76 juta dollar (Rp 2,30 triliun) atau 13,36 persen.

Dengan begitu, nilai investasi yang masuk Provinsi Kaltim pada 2017 berada di peringkat 8 dan 9 secara nasional. Kondisi ini menggambarkan bahwa iklim investasi di Kaltim  masih kondusif. Investasi hasil PMDN Kaltim berada di urutan delapan dengan nilai Rp10,98 miliar untuk mengerjakan 197 proyek. Sementara untuk PMA berada di peringkat sembilan dengan nilai USD1,28 miliar untuk mengerjakan 340 proyek.

Sementara itu sektor pertambangan menempati posisi tertinggi dalam investasi penanaman modal dalam negeri yang masuk ke Provinsi Kaltim, selama periode Juli-September (triwulan III-2017) dengan nilai Rp1,47 triliun.

Investasi pertambangan ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim dengan jumlah proyek yang dikerjakan sebanyak 14 titik, sementara jumlah tenaga kerja yang dilibatkan sebanyak 430 orang yang semuanya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Sub sektor tanaman pangan dan perkebunan berada di urutan kedua dengan kontribusi Rp807,12 miliar atau 23,29 persen dari seluruh sektor usaha yang sedang berjalan.

Investasi sebanyak ini juga tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim dengan jumlah proyek yang dikerjakan mencapai 20 titik dan melibatkan sebanyak 2.634 TKI.

Berada di urutan ketiga adalah subsektor listrik, gas dan air dengan nilai Rp783,82 miliar atau 22,62 persen. Jumlah proyek yang dikerjakan sebanyak 7 unit dan melibatkan 150 TKI serta 3 tenaga kerja asing (TKA).

Investasi lain yang juga lumayan besar adalah industri makanan dengan jumlah 8 titik. Modal yang ditanamkan dalam investasi ini sebanyak Rp269,5 miliar dengan serapan tenaga kerja 185 TKI. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.