Senin, 27 September 21

Investasi Jepang USD40 Juta di Sektor Perkapalan

Investasi Jepang USD40 Juta di Sektor Perkapalan
* Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani

Jakarta, Obsessionnews – Jepang berencana berinvestasi sebesar USD40 juta di sektor perkapalan di Indonesia. Komitmen investasi tersebut diraih saat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengunjungi industri galangan kapal Tsuneishi Ship Building, di Fukuyama, Jepang, pada Senin (25/5/2015) waktu setempat. Diperkirakan investasi tersebut menyerap tenaga kerja sekitar 1.000 orang. (Baca: BKPM Beri Info Peluang Investasi Dalam Negeri Kepada Jepang)

“Dalam pertemuan dengan manajemen Tsuneishi, mereka memastikan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pada tahap pertama ini mereka akan menanamkan modal USD40 juta dan berpotensi untuk melakukan perluasan,” kata Franky dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Franky, investasi tersebut merupakan langkah maju setelah sekian lama mereka menunjukkan minatnya di Indonesia melalui komunikasi dengan perwakilan BKPM di Tokyo.

Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut komitmen investasi yang disampaikan tersebut, pihaknya mengundang pihak Tsuneishi untuk mengunjungi Indonesia guna memperoleh lokasi yang tepat untuk investasinya yang pertama di Indonesia. Selain itu, perwakilan BKPM di Tokyo akan memfasilitasi pengajuan perizinan investasi dari investor tersebut.

“Setidaknya ada lima lokasi yang dapat kita rekomendasikan, yaitu Lampung, Lamongan, Surabaya, Makassar dan Manado. Lampung dan Lamongan telah dikembangkan sebagai sentra industri terintegrasi untuk perkapalan,” ujar Franky.

Chairman & President Tsuneishi Holdings Yasuharu Fushimi memaparkan rencananya berinvestasi di Indonesia dalam dua tahap. Tahap pertama, pihaknya akan masuk dalam jasa reparasi kapal, sedangkan pada tahap kedua akan memasuki sektor industri perkapalan.

“Kami melihat potensi yang cukup besar untuk membangun industri perkapalan Indonesia. Kami telah menghitung ada sekitar 3.293 kapal per tahun yang berpotensi menjadi pasar jasa reparasi kapal,” jelas Yasuharu.

Franky Sibarani direncanakan melakukan roadshow di tiga kota, Osaka, Tokyo dan Nagoya, 25-29 Mei 2015, untuk menindaklanjuti minat investasi Jepang yang sudah disampaikan ke BKPM. Selain melakukan kunjungan ke industri galangan kapal Tsuneishi Ship Building, Franky juga telah bertemu dengan Japan Indonesia Business Association (JIBA). Kepala BKPM didampingi oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Osaka Wisnu Edi Pratignyo, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan BKPM Azhar Lubis serta perwakilan BKPM di Tokyo.

Hari ini, Kepala BKPM akan melakukan one-on-one meeting dengan tiga investor Jepang, pertemuan dengan Federasi Ekonomi wilayah Kansai, dan menghadiri investor forum yang diselenggarakan oleh Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU). (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.