Sabtu, 27 November 21

Inilah Wajah Pedalaman Aceh

Inilah Wajah Pedalaman Aceh
* Longsor Gayo Lues-Aceh Tenggara

Aceh, Obsessionnews – Pagi menjelang siang itu, jam menunjukan pukul 10.00 WIB, Obsessionnews.com melakukan ekspedisi menyusuri pedalaman Aceh mulai dari ujung Aceh yaitu Banda Aceh hingga ke wilayah tengah tenggara Aceh yang melalui jalur lintas pedalaman Aceh.

Longsor lintas Gayo Lues - Aceh Tenggara
Longsor lintas Gayo Lues – Aceh Tenggara

Daerah yang dilalui seperti Serbe Jadi Aceh Timur, Pining Gayo Lues hingga ke Aceh Tenggara. Berangkat dari Banda Aceh pada minggu (3/5/2015), menempuh perjalanan darat kurang lebih 8 jam dari Banda Aceh ke Aceh Timur dan bermalam di Idi Rayeuk ibukota Aceh Timur.

Balok (Kayu) yang diletakkan begitu saja di tepi jalan
Balok (Kayu) yang diletakkan begitu saja di tepi jalan

Keesokan paginya langsung menuju ke daerah pedalaman. Kecamatan Serba Jadi Aceh Timur merupakan tempat yang pertama yang disinggahi, kira-kira menempuh waktu 3 jam dari Ibukota Kabupaten Aceh Timur.

Rute perjalanan Serba Jadi-Pining
Rute perjalanan Serba Jadi – Pining

Banyak hal unik yang dijumpai di sana, mulai dari pemukiman yang sangat sederhana tanpa adanya sinyal telekomunikasi, hingga pakaian para lelaki disitu hampir semua memakai kain sarung yang dilingkarkan ke bahu.

Bangunan Reyot yang masih digunakan warga Serba Jadi
Bangunan Reyot yang masih digunakan warga Serba Jadi

Hal yang paling menarik adalah Kantor Polisi Sektor (Polsek) Serba Jadi masih sangat kelihatan sederhana, seperti rumah peninggalan gaya Belanda.

Polsek Serba Jadi, Aceh Timur
Polsek Serba Jadi, Aceh Timur

Setelah itu, dilanjutkan perjalanan menembus hutan menuju kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues, dalam perjalanan banyak hal menarik, mulai dari jalan yang sepenuhnya tiada beraspal bahkan cenderung rusak parah, jembatan yang sangat minim bahkan banyak sekali rute yang dilalui lagsung memotong aliran sungai.

Jalanan yang memotong Alur sungai
Jalanan yang memotong Alur sungai

Perambahan hutan (illegal logging) jelas terlihat di depan mata, bongkahan kayu-kayu diletakkan di tepi jalanan dan terdengar sangat jelas suara pemotongan kayu dengan mesin. Selain itu didapati banyaknya proyek pembuatan jembatan yang tidak selesai, dibiarkan begitu saja hingga ditumbuhi semak belukar dan banyak lagi hal-hal yang janggal lainnya.

Jembatan Darurat yang dibangun oleh warga Pining
Jembatan Darurat yang dibangun oleh warga Pining

Sampai juga akhirnya di kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues, disambut ramah oleh warga setempat, kita memutuskan untuk bermalam disini. Pining merupakan daerah penghasil ganja yang sangat terkenal dari Aceh.

Perambahan hutan langsung terlihat dari mobil
Perambahan hutan langsung terlihat dari mobil

Beberapa info didapatkan bahwa sampai saat ini masih banyak yang menanam daun mabuk itu di pegunungan disekitar pemukiman.

Jembatan Pining
Jembatan Pining

Beberapa hari kemudian perjalanan dilanjutkan ke Blangkejeren ibukota Kabupaten Gayo Lues dan menginap beberapa hari di daerah tersebut, sambutan Pemerintah Daerah (Pemda) Gayo Lues sangat bersahabat dan banyak informasi yang dapat digali dari Kabupaten Gayo Lues yang merupakan salah satu Kabupaten di Aceh yang sangat jauh jaraknya dari pusat Pemerintahan Aceh yaitu Banda Aceh.

Kayu yang berada di tepi jalan
Kayu yang berada di tepi jalan

Perjalanan pun dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Tenggara, didalam perjalanan terjadi longsor dan harus terjebak hingga 6 jam hingga longsor tersebut dapat diatasi.

Proyek Jembatan yang terlantar di lintas pedalaman Aceh
Proyek Jembatan yang terlantar di lintas pedalaman Aceh

Perjalananpun dilanjutkan, dari Aceh Tenggara langsung menuju Provinsi Sumatera Utara. Niat hati ingin singgah di Gunung Sinabung, tetapi apa daya, waktu tidak mengizinkan karena saat tiba di Kabupaten Karo, Sumatera Utara hari telah gelap dan tidak dapat mendokumentasikan Gunung Sinabung yang baru-baru ini meletus, membuat warga harus mengungsi dan memakan korban jiwa.

Wartawan Obsessionnews Agung Sanjaya ekspedisi di Pedalaman Aceh
Wartawan Obsessionnews Agung Sanjaya ekspedisi di Pedalaman Aceh

Ekspedisi dilanjutkan hingga kembali ke Banda Aceh melalui via Medan yang dapat menghabiskan jarak tempuh sehari semalam di dalam perjalanan, Jum’at (8/5/2015). (Agung Sanjaya)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.