Minggu, 9 Agustus 20

Inilah Tiga Macam Penyakit Hati

Inilah Tiga Macam Penyakit Hati
* Ilustrasi riya atau pamer. (Foto: Kapoy/Obsession News)

Setiap manusia tentu memiliki sisi buruk dalam dirinya. Inilah yang dinamakan keseimbangan. Di mana ada sisi baik, tentu ada sisi buruk, seperti ada hitam dan putih, kurus dan gemuk, pendek dan tinggi.

Namun, sisi buruk yang ada dalam diri bisa saja menghancurkan sifat baik yang ada. Untuk itu di dalam Islam mengajarkan kepada semua umat manusia untuk menyucikan hati dari kotoran atau yang namanya penyakit hati.

Kita tahu, bahwa ada banyak sifat tercela dalam hati seseorang hingga membuatnya tampak sangat buruk. Baik buruknya seseorang ditentukan dari dalam hati mereka. Sebab, inilah tempat di mana lahirnya sebuah perasaan.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 125 yang artinya:”Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.”
Setiap manusia memang tidak pernah luput dari penyakit hati. Tapi, mereka bisa belajar untuk menghilangkan penyakit hati karena setiap manusia pun memiliki iman.

Setidaknya ada tiga macam penyakit hati yang perlu dihindari yaitu :

1. Hasad atau dengki

Hasad atau dengki menjadi penyakit hati yang pertama karena inilah yang mudah sekali memasuki perasaan seseorang.

Sifat iri memang paling gampang membuat diri terjatuh dalam lubang kegelapan. Perilaku inilah yang harus sekali dibuang dalam setiap hati seseorang. Mungkin, tanpa sadar sifat iri hadir karena seseorang memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Namun, sifat dengki jauh lebih jahat karena berharap orang lain tidak merasakan kebahagiaan.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 32 yang artinya:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Sifat ini pula lah yang membuatmu tidak bersyukur.

2. Riya atau pamer

Nah, yang kedua ini adalah penyakit hati yang sering kali tidak disadari oleh kebanyakan orang, yaitu riya atau pamer.

Sifat suka pamer ini membuat diri untuk selalu berada paling tinggi dari orang lain. Mereka yang suka pamer ingin selalu dipuji dan dilihat hebat. Tapi, tanpa sadar mereka jugalah yang bisa menyakiti orang lain.

Ada baiknya, biarkan hanya Allah SWT saja yang tahu semua perbuatan baik. Karena, ini akan membawamu kepada rida Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 264 yang artinya”

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
Inilah sifat yang dapat menghilangkan nilai kebaikan yang telah diperbuat.

3. Ujub atau selalu merasa berada di atas

Inilah penyakit hati terakhir yang akan membawa diri menjadi orang yang terlihat buruk di mata orang lain, yaitu ujub atau perilaku mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan diri sendiri yang akan menjerumus ke sombong.

Imam Al-Ghazali pernah berkata,”Ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah.”

Sifat sombong bisa saja terjadi bagi mereka yang memiliki banyak harta, bisa juga tidak. Mereka yang tidak memiliki banyak harta, biasa akan menyombongkan kemampuan atau keahlian yang dia bisa dan tidak mau mengajarinya kepada orang lain. Sedangkan orang yang memiliki banyak harta mereka lebih menjurus ke pelit atau kikir.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Imran ayat 180 yang artinya:

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Semoga kita semua terhindar dari tiga penyakit hati sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin. (*/Kump)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.