Kamis, 23 Januari 20

Inilah Peragawati Berjilbab Pertama Dunia

Inilah Peragawati Berjilbab Pertama Dunia
* Halima Aden, supermodel berjilbab pertama dunia

Halima Aden mengatakan dirinya tidak akan pernah berkompromi jika menyangkut agamanya. ‘Tidak seorang pun berhak menentukan apa yang Anda kenakan’

Halima Aden, seorang mantan pengungsi yang menjadi supermodel (peragawati) berjilbab pertama di dunia mengatakan “tidak seorang pun yang dapat dipaksa mengenakan hijab ataupun menanggalkannya.”

Pengungsi Somalia-Amerika dari Kenya ini menceritakan kepada BBC bagaimana dirinya menyeimbangkan karier sebagai model dengan agamanya.

“Tidak satu perempuanpun dapat dipaksa mengenakan hijab dan tidak satu perempuanpun bisa dipaksa untuk menanggalkannya,” katanya.

Halima, 22 tahun, menggebrak dunia fesyen ketika menjadi model berhijab pertama di majalah seperti Vogue dan Sports Illustrated, di samping juga muncul di panggung berbagai merek seperti Max Mara dan Yeezy.

Halima Aden berhasil jadi supermodel dunia tanpa mencabut hijabnya.

 

Merayakan pilihanku
“Saya merayakan pilihan memakai jilbab. Saya tidak pernah meminta siapapun untuk mendukung pandanganku atau berpakaian dengan cara yang sama,” tambah Halima yang sekarang mendapatkan bayaran tinggi.

BBC pertama kali bertemu Halima di belakang panggung di Istanbul, Turki. Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan mengenakan pakaian panjang longgar bercorak, kerah tinggi hitam dan hijab hitam.

Halima setinggi 165 cm. Ini sesuatu yang tidak biasa bagi seorang model. Ditemani manajer dan pengawalnya, Halima dengan antusias bercakap-cakap dengan siapapun yang lewat dan disamping juga berselfie.

“Jangan mengubah diri Anda, tetapi ubah caranya,” kata Halima. Dia berkeinginan untuk memberikan tempat bagi perempuan Muslim dunia sehingga pandangannya didengar orang lain.

Halima Aden adalah model pertama yang memakai burkini di majlaah Sports Illustrated. (BBC)

 

Lomba kecantikan
Halima terus melakukan hal itu, dengan menjadi seorang perintis. Halima adalah kontestan berhijab pertama pada lomba kecantikan Miss Minnesota di AS.

Dia memang tidak menjuarai lomba itu, tetapi pada kompetisi tersebut dia menemukan burkini – pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh, sehingga memungkinkannya ikut dalam ronde pakaian renang.

Tidak lama kemudian dia menandatangani kontrak dengan salah satu agen model terbesar, IMG models.

Agamanya memang membuat Halima tidak dapat memperlihatkan bagian tubuhnya, kecuali wajah, tangan dan kaki. Semua hal ini tercantum dalam kontraknya.

Halima mengatakan dirinya tidak akan pernah berkompromi jika menyangkut agamanya. (BBC)

 

Siap meninggalkan
Saat saya ke balik panggung, saya melihat dinding hitam panjang di sudut – yang merupakan kamar ganti kecil khusus untuk Halima.

“Bagi saya, sebagai seorang model Muslim berhijab, adalah sangat penting untuk mempertahankan itu, bahkan di belakang panggung,” katanya.

“Jika perancang mode tidak menyukainya, saya siap untuk meninggalkannya.”

Kebebasan memilih
Halima adalah pendukung kebebasan memilih terkait dengan pakaian yang dikenakan perempuan.

“Saya berpandangan seorang perempuan seharusnya dapat memakai bikini, jika itu membuatnya cantik dan percaya diri. Dan saya seharusnya dapat memakai hijab jika itu membuat saya cantik dan percaya diri.”

Model panutan
Halima juga merasa bangga karena dirinya menjadi duta besar badan PBB untuk anak-anak UNICEF, mengunjungi berbagai tempat dunia dan ikut serta membantu masyakarat yang kurang beruntung.

Halima menaruh foto-foto pemotretan fesyen dan pesta mewah di Instagram, dimana dia diikuti satu juta orang. Banyak dari mereka adalah perempuan muda Muslim yang menjadikannya model panutan.

Setiap fotonya mendapatkan ribuan likes dan ratusan komentar.

Kesopanan
Walaupun sebagian besar pihak bereaksi positif, terdapat juga sejumlah perempuan Muslim yang mengecam Halima karena dipandang tidak cukup sopan. “Kesopanan adalah sebuah pilihan pribadi,” kata Halima.

“Tidak seorang pun berhak mendefiniskan apa yang dimaksud dengan kesopanan bagi diriku. Saya pikir tidak masalah jika seorang perempuan muda berusaha meraih mimpinya, keinginannya dan tetap menjadi dirinya sendiri,” tegasnya.

Kepercayaan
Halima mengalami kemiskinan saat anak-anak dan pengalamannya itu membentuk cara berpikirnya.

Dia dilahirkan di sebuah kamp pengungsi Kenya setelah keluarganya melarikan diri dari perang saudara di Somalia. Halima dibesarkan hanya oleh ibunya. Tetapi dia tidak terkesan dengan keputusan anak perempuannya menjadi model.

Sebagai orang Muslim konservatif, ibunya mengatakan apa yang dilakukan Halima bukanlah bagian dari agama Islam. Tetapi dia tidak menghalangi ambisi anaknya.

Mengapa kita sangat miskin?
Halima tidak melupakan perjuangan ibunya agar keluarganya dapat bertahan hidup. Ketika Halima berumur enam tahun, keluarganya diberikan kesempatan pindah ke AS. Mereka akhirnya berdiam di St Cloud, Minnesota – tempat yang banyak ditinggali warga Somalia.

“Saya ingat suatu hari saya ingin ikut serta tur sekolah, biayanya US$10 (Rp138.951). Ibu mengatakan, saya tidak mempunyai uang. Saya menjawab: ‘Saya tidak suka ini, mengapa kita miskin sekali?'”

Ibunya berusaha menghibur dengan mengutip ajaran Islam. “Kamu memiliki keyakinan, kamu memiliki iman. Kamu memiliki semuanya, kecuali kemiskinan karena kamu memiliki kekayaan ini di dalam dirimu.”

Begitu banyak model berhijab
Halima, yang secara teratur berbicara dengan para perempuan muda dunia, melihat perubahan positif di industri fesyen terkait dengan model yang berhijab.

“Terdapat banyak perempuan berhijab di panggung sekarang, begitu banyak perempuan berhijab mengikuti kompetisi, daftar model kami berisi begitu banyak perempuan berhijab. Saya pikir ini menjadi suatu hal yang biasa sekarang.”

Dia sekarang dipandang banyak pihak sebagai wajah industri fesyen sopan.

Cita-cita
Sementara berbagai merek fesyen harus antri untuk bekerja dengan Halima dan para penggemar menyambutnya di berbagai tempat di dunia, dia masih belum dapat meraih satu cita-cita.

“Saya ingin ibu hadir di salah satu pagelaran mode, tetapi ini harus merupakan acara yang terbesar dalam hidup saya. Saya berharap ini akan terjadi.” (*/BBC)

Sumber : BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.