Minggu, 7 Juni 20

Inilah Obat yang Digunakan Pemerkosa untuk Membius Korbannya

Inilah Obat yang Digunakan Pemerkosa untuk Membius Korbannya
* Gamma Hidroksi Butirat (GHB)

Ketika sang pemerkosa dan ‘predator seks’ Reynhard Sinaga membawa korbannya ke apartemen miliknya, ia memberi mereka obat bius sebelum melakukan pemerkosaan.

Menyusul vonis bersalahnya atas 159 kasus pemerkosaan, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel meminta agar kontrol terhadap obat-obatan seperti GHB ditinjau ulang.

Apa itu GHB?
Gamma Hidroksi Butirat (GHB) biasa disebut sebagai obat pemerkosaan (date rape drug), tapi juga digunakan untuk rekreasi.
Obat ini biasa digunakan pria gay dalam chemsex – ketika obat-obatan digunakan untuk meningkatkan pengalaman seks antara dua atau lebih pasangan – tapi juga digunakan untuk rekreasi dan atas dasar suka sama suka.

Namun pelaku perkosaan menggunakan GHB sebagai senjata — satu survei di Inggris memperkirakan lebih dari seperempat responden dilecehkan secara seksual dalam keadaan tidak sadar.

GHB adalah obat yang berbeda namun nyaris identik dengan GBL (gamma-butyrolactone), senyawa yang dijual secara legal sebagai bahan pelarut industri, tapi menjadi GHB setelah masuk ke dalam tubuh.

Kedua obat itu dikenal sebagai “G”, berbentuk cairan minyak bening tak berbau yang dilarutkan ke dalam minuman ringan dan diminum.

Apa efeknya?
G memberi penggunanya perasaan euforia dan meningkatkan dorongan seks. Tapi menambah dosisnya sedikit saja, bahkan kurang dari satu mililiter, bisa berakibat fatal.

Overdosis G – yang mudah terjadi bila dicampur dengan alkohol atau obat lain, dan ketika kadarnya di botol bervariasi – bisa membuat orang berbicara melantur, mengalami kejang, hilang kesadaran, dan berhenti bernafas.

Profesor Adam Winstock, psikiater konsultan dan pendiri Global Drug Survey, memperingatkan: “Ini obat yang sangat berbahaya ketika orang di luar sana mencoba menggunakannya untuk bersenang-senang.”

“Jika Anda kelebihan GHB satu tetes saja, 20 menit kemudian Anda akan tidak sadar,” ujarnya.

Reyhnard memamerkan ke teman-temannya dia mendapat pria heteroseksual. (BBC)

Berapa banyak kematian yang dikaitkan dengan GHB?
Menurut angka resmi dari Kantor Statistik Inggris, terdapat 120 kematian di Inggris dan Wales antara tahun 2014 dan 2018 yang melibatkan GHB.

Tapi angka totalnya bisa jadi lebih tinggi — GHB tidak menjadi bagian uji toksikologi rutin dalam kasus kematian mendadak. Menurut Profesor Winstock, obat tersebut bisa jadi sulit dan mahal untuk dideteksi.

Bagaimana dengan pelecehan seksual?
Juga sulit mengetahui dengan pasti berapa banyak pelecehan seksual terkait dengan GHB.

Sebelum vonis Sinaga, mungkin kasus yang paling terkenal ialah pembunuh berantai Stephen Port, yang dihukum penjara seumur hidup pada 2016 karena meracuni empat laki-laki muda dengan obat tersebut dalam dosis yang letal.

Dari 2.700 pria gay dan biseksual yang pernah menggunakan G, yang meresepon survey yang dilakukan Buzzfeed News dan Channel 4 Dispatches tahun lalu, 28%-nya mengatakan pernah dilecehkan.

Patrick Strudwick, editor LGBT BuzzFeed News dan presenter film dokumenter di Channel 4 Sex, Drugs and Murder, menyebut G “senjata pilihan pemerkosan pada 2020”.

“Karena… obat ini bisa dimasukkan ke dalam minuman seseorang tanpa sepengetahuan mereka dan karena bisa dengan mudah mengakibatkan tidak sadar, sering digunakan oleh predator,” ujarnya.

Hal lain yang menghambat kita mengetahui skala masalahnya ialah para korban seringkali tidak melapor ke polisi, menurut Profesor Winstock.

Orang bisa merasa tidak pasti tentang apa yang terjadi, dan apakah terjadi suatu tindak kejahatan, juga rasa malu, bersalah, dan takut “untuk mengungkap informasi yang mungkin akan membuat mereka sangat malu,” ujarnya.

Beberapa orang juga takut mereka ikut diperiksa atas dugaan pemakaian obat terlarang.

Apakah obat ini membuat ketagihan?
Ketergantungan pada G bisa berkembang dengan cepat, dan Profesor Winstock memperingatkan bahwa siapa pun yang telah menggunakannya setiap hari tidak boleh mencoba berhenti tanpa bantuan medis.

“Orang-orang bisa menjadi tergantung secara fisik, dan penarikan diri bisa mengancam jiwa,” katanya.

Efek jangka panjang dari penggunaan G berulang kali belum diketahui.

Seberapa umumkah obat ini?
Seperti obat terlarang lainnya, kelaziman G sulit dilacak karena tidak disertakan dalam survey penggunaan obat nasional.

Tapi menurut Strudwick G “mudah didapatkan dan dibeli jika Anda tahu di mana mencarinya” karena “celah hukum” yang berarti GBL bisa dijual untuk keperluan industri — salah satunya, sebagai penghapus cat.

“Perusahaan-perusahaan mengirimkannya ke orang-orang di Inggris, mengiklankannya di internet… Setelah dijual dalam kuantitas besar, ia kemudian bisa didistribusikan dan dipasok oleh pedagang dalam kuantitas yang lebih kecil melalui aplikasi kencan seperti Grindr,” ujarnya.

Dari manakah asalnya?
GHB dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai anestesi, tapi tidak digunakan lagi karena efek sampingnya.

Selama tahun 1980-an obat itu digunakan sebagai obat tidur dan suplemen untuk membesarkan otot.

Apakah obat ini legal?
Di Inggris, GHB tergolong obat Kelas C sejak 2003, ketika disertakan dalam Misuse of Drugs Act.

Meskipun GBL digunakan secara legal di industri, obat tersebut juga tergolong Kelas C sejak 2009, dan siapapun yang memasok atau memilikinya, dengan niat untuk dikonsumsi, melanggar hukum.

Ketahuan memiliki kedua obat tersebut bisa diancam dua tahun penjara dengan atau tanpa denda, dan memasuknya bisa diancam 14 tahun penjara dengan atau tanpa denda. (BBC News Indonesia)

Related posts

1 Comment

  1. Nindhita Yusvantika

    Artikel yang menarik dan bermanfaat. Salah satu dosen dari Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Indonesia menjelaskan efek dari obat GHB obat yg di gunakan Reynhard Sinaga untuk membius korbannya. Untuk artikel lebih jelasnya akan saya bagikan link artikel di bawah ini. Selamat membaca,semoga bermanfaaat
    http://news.unair.ac.id/2020/02/05/pakar-farmasi-unair-ungkap-efek-ghb-obat-yang-digunakan-reynhard-sinaga-untuk-membius-korbannya/
    Sekian dan Terima Kasih

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.