Sabtu, 8 Oktober 22

Inilah Kisah Sang Istri, Pasca Penangkapan BW Oleh Polisi

Inilah Kisah Sang Istri, Pasca Penangkapan BW Oleh Polisi

Jakarta – Di tengah perjalanan menuju rumah kediamannya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) ditangkap oleh 7 orang polisi bersenjata. Penangkapan oleh pihak Bareskrim Polri ini terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (23/1/2015), saat BW akan pulang dari selesai mengantar anak bungsunya Muhamad Yauqi Kelas IV di SD Nur AlFikri, Jl. Kelapa Dua, Depok.

Di dalam mobil, BW tidak sendiri tetapi bersama anak keduanya, Nabilla Izzat, yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. BW dan anaknya langsung dibawa ke Mabes Polri, motif anaknya ke sana untuk mengambil surat penangkapan BW. “Abi (panggilan WB di rumah- red) itu ditangkap pada saat perjalanan pulang mengantar Yauqi dari sekolah yang berjarak kurang lebih 2-3 km dari rumah. Abi tidak sendiri saja, namun bersama anak saya Nabilla,” ungkap Sari Indra Dewi, istri BW, di kediamannya RT06/RW 28 No. 67 Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Cilodog, Kota Depok.

Istri BW sebelumnya tidak tahu menahu persoalan penangkapan suaminya itu. Dewi megetahui setelah Nabilla diantar oleh polisi sampai ke rumahnya dan ditunjukkan surat penangkapan BW. “sSaya tidak tahu kalau Abi ditangkap. Tapi setelah melihat surat yang dibawa Nabilla, baru percaya suami saya ditangkap, dan saya tidak tahu apa persoalan dan kesalahannya,” aku Dewi.

Sedangkan di pagi hari itu, Ajudan BW masih di rumah tidak ikut mengantar. “Kalau  urusan pribadi, biasanya Abi yang langsung mengantar. Kalau Ajudan (wakil ketua KPK) itu urusan kantor saja. Dan kalau siang, saya yang jemput anak ke sekolah,” ungkapnya pula.

Yang mengangumkan, ternyata istri maupun keluarga BW terlihat kuat menghadapi persoalan ini karena sudah jauh hari BW telah memberikan penguatan kepada keluarganya untuk tetap siap selalu menghadapi persoalan yang akan muncul. “Kalau saya biasa-biasa saja menghadapi persoalan ini, menenangkan diri, begitu pula dengan keluarga saya yang lain. Ini resiko daripada perjuangan,” tutur Dewi.

Cerita Lucu
Istri BW ini pun berkisah bahwa pasca ditangkapnya sang suami itu, BW sempat menelpon keluarganya hanya beberapa menit saja. “Saya juga sempat berbicara dengan Abi sekitar jam 09.30. Abi mengingatkan kami agar kami bersikap tenang menghadapi hal ini, tapi saya ketawa-ketawa saja,” ucap Dewi enteng.

Begitu pula si bungsu Muhamad Yauqi yang masih duduk kelas empat SD, merasa biasa-biasa saja dengan ditangkapnya Abi-nya (bapaknya) oleh polisi. “Ah biasa-biasa aja, Abi udah ajarkan kita untuk kuat kok menghadapi persoalan. Cuman Abi mengingatkan tidak boleh bergaul dengan sembarang orang. Kalau dalam rumah dia sering menceritakan yang lucu-lucu,” ujar Yauqi saat ditanya wartawan.

Istri BW juga mengungkapkan kalau BW tidak pernah bercerita mengenai persoalan kantor atau hukum yang ada di luar apabila sudah berada di dalam rumah. “Begini, Abi itu tidak pernah membawa cerita hukum di rumah, baik itu saat jadi lawyer maupun menjabat sebagai anggota KPK. Jadi kalau Abi itu di rumah, kami membahas agenda-agenda di rumah sehigga tidak ada urusan pekerjaan kantor dibawa dalam rumah tangga. Kami dengan agenda kami di rumah saya dengan anak-anak,” jelas Dewi.

Ia pun mengaku tidak mengetahui kalau penangkapan suaminya bertendensi rekayasa politik. “Saya tidak tahu apakah ini rekayasa atau tidak, nanti kita lihat saja perjalanan kasus ini seperti apa. Namun saya berharap ada jalan keluar yang terbaik kita serahkan saja pada hukum dan persoalan kasus ini bisa selesai secepatnya,” harapnya.

Hidup Sederhana
Ternyata pula kehidupan keluarga BW terlihat sederhana meskipun beliau pejabat negara (KPK). berdasarkan pantauan obsessionnews rumah BW terlihat sederhana dengan memiliki pekarangan yang digunakan sebagai tempat mengajian.

Dalam rumah hanya ada dua TV dan dua komputer, tak ada perabotan mewah lainnya meski BW menjadi pejabat negara. “Kalau saya tidak punya computer, cuman kakak saya aja yang punya HP. Kalau saya tidak punya (HP) dan di dalam itu hanya dua TV,” ujar Yauqi dengan malu-malu.

Mereka juga tidak sering mendapat kado dari ayahnya seperti anak-anak lain, apalagi kalau ulang tahun atau dapat ranking di sekolah. “Abi tidak pernah kasih saya bingkisan hadiah, cuman saya diajak bermain pacuk kuda di kayangan Sentul,” tutur Yauqi dengan polos.

BW memiliki anak dari Sari Indra Dewi istri sebanyak empat orang, tiga perempuan satu laki-laki. Anak pertama beranam Ilmi Sakinah yang belum lama memperoleh gelar sarjana Psikologi Universitas Padjajaran. Sedangkan anak kedua Nabila Izzat berumur 20 tahun sekarang sedang menempuh kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta.

Adapun anak ketiga adalah Godzian Sidqi yang sedang duduk di banku kelas XII SMA. Terakhir, anak ke empat bernama Muhamad Yauqi berumur 10 tahun dan baru duduk di bangku kelas IV SD Nur Alfikri.

Pasca penangkapan, Nabilla tidak muncul untuk memberi keterangan kepada wartawan yang mengerubuti rumah BW. Namun istri BW mengatakan, kaluarganya baik-baik saja. “Saya baik-baik saja. Anak saya Nabilla juga begitu, tidak shock atau bagaimana, kita biasa-biasa saja,” tegas Dewi. (Asma)

Related posts