Selasa, 9 Agustus 22

Inilah Kelemahan dari Jin atau Setan

Inilah Kelemahan dari Jin atau Setan
* Ilustrasi jin atau setan. (IFoto: st)

Ketika mendengar tentang Jin, ataupun Syaitan (Setan), maka yang terbayang dalam kebanyakan Kita adalah kedua Mahkluk itu memiliki kemampuan-kemampuan yang tidak sama dengan Manusia. Sekian lamanya, Syaitan atau Jin digambarkan mempunyai kesaktian. Akan tetapi Al-Qur’an dengan tegas mengatakan bahwa hakikatnya Syaitan dan tipu dayanya itu adalah lemah.

Berikut adalah beberapa macam kelemahan Jin atau Syaitan, di antaranya:

(1). Tidak Bisa Mengalahkan Orang – Orang Shaleh.

Bukti bahwa Syaitan atau Jin tidak akan dapat mengalahkan Orang Shaleh adalah perkataan Syaitan sendiri ketika berdialog dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al-Hijr ayat 39 ;

“Iblis berkata ; “ Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan Mereka memandang (Perbuatan Maksiat) di muka Bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan Mereka semuanya, kecuali Hamba-Hamba Engkau yang Mukhlis di antara Mereka ”.
( QS. Al- Hijr 15 : 39 – 40 ).

Dari Ayat ini dapat dipahami bahwa yang menyebabkan Syaitan itu dapat menguasai seseorang adalah karena Perbuatan Dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Syaitan pun akan lari dan tidak akan pernah berani mendekatinya apalagi menguasainya.

(2). Syaitan Takut Dan Lari Oleh Sebagian Hamba Allah Subhhanahu Wa Ta’ala.

Apabila seseorang betul-betul memegang ajaran Agamanya dengan benar serta menancapkan keimanannya dengan tangguh, maka Syaitan pun akan takut dan lari. Hal ini misalnya terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah Hadits Riwayat Imam Tirmidzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Umar ;
“Sesungguhnya Syaitan sangat takut olehmu, wahai Umar ”.
( HR. Tirmidzi ).

Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi Syaitan (Jin Kafir) juga akan takut oleh Orang-Orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam Al-Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah Hadits berikut ini :

“Sesungguhnya Orang Mukmin akan dapat mengendalikan (mengalahkan) Syaitannya sebagaimana salah seorang dari Kalian yang dapat mengendalikan untanya ketika bepergian ”.
( HR. Ahmad ).

Bahkan, apabila seseorang betul-betul dan terus menerus taat dan Shaleh, ia dapat membawa Qarinnya (penyertanya), karena setiap manusia itu pasti disertai oleh Syaitan (Jin Kafir) di sebelah kirinya dan Malaikat di sebelah kanannya atau sering disebut dengan Qarin masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah Hadits Riwayat Imam Muslim berikut ini :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ;
“ Tidak ada seorangpun kecuali Ia disertai oleh seorang Qarin (penyerta) dari Jin dan seorang Qarin (penyerta) dari Malaikat ”. Para Sahabat bertanya ; “ Apakah termasuk Anda juga wahai Rasulullah ??? ” Rasulullah SAW menjawab ; “ Ya termasuk Saya, hanya saja Allah menolong Saya sehingga Jin itu masuk Islam. Ia (Jin tadi) tidak pernah menyuruh Saya kecuali untuk kebaikan ”.
( HR. Muslim ).

(3). Jin Takluk Dan Taat Kepada Nabi Sulaiman ‘Alaihi Sallam.

Di antara Mukjizat Nabi Sulaiman AS adalah dapat menaklukan Jin dan Syaitan sehingga semuanya dapat bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Ayat Al-Qur’an berikut ini dalam Surat Shad Ayat 36 – 38 ;

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) Syaitan-Syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan Syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu ”.
( QS. Shad, Ayat 36 – 38 ).

Mukjizat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman AS sebagai pengabulan atas Do’anya yang mengatakan ;

“ Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setelahku ”.
( QS. Shad 38 : 35 ).

Do’a Nabi Sulaiman AS inilah yang menyebabkan Rasulullah SAW tidak jadi untuk mengikat Jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka Beliau. Dalam sebuah hadits Muslim dikatakan :

Dari Abu Darda berkata ; “ Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan ; “ Aku berlindung kepada Allah darimu ”, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga berkata ; “ Allah telah melaknatmu ”, sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah Beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai Shalat, kami bertanya ; “ Wahai Rasulullah, Kami mendengar Anda mengatakan sesuatu yang belum pernah Kami dengar sebelumnya. Kami juga melihat Anda membukakan kedua tangan Anda ”. Rasulullah menjawab ; “ Barusan Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk ditancapkan di muka saya, lalu aku berkata ; “ Aku berlindung kepada Allah darimu ”, sebanyak tiga kali, kemudian Saya juga berkata ; “ Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna ” , sebanyak tiga kali. Kemudian Saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya Saya tidak ingat do’a saudara Kami, Sulaiman, tentu Saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah ”.
( HR. Muslim ).

(4). Jin Atau Syaitan Tidak Dapat Menyerupai Rasulullah SAW .

Syaitan dan Jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah SAW. Oleh karena itu, apabila seseorang bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadits shahih dikatakan :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ; “ Barangsiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, karena Syaitan tidak dapat menyerupaiku ”.
( HR. Muslim ).

(5). Jin Dan Syaitan Tidak Dapat Melewati Batas – Batas Tertentu Di Langit .

Sekalipun Jin dan Syaitan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melewati batas-batas yang sudah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para Malaikat. Karena apabila mereka berani melewatinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Karena itu pula, Jin tidak dapat mengetahui dan mencuri informasi dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, dapat dilihat dalam Surat Al-Rahman ayat 33 – 35 .

(6). Jin Tidak Dapat Membuka Pintu Yang Sudah Ditutup Dengan Menyebut Nama Allah SWT .

Dalam sebuah Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ;
“Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena Syaitan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kulit binatang) dan bejana-bejana Kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun Kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu Kalian ”. ( HR. Muslim )

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.