Jumat, 7 Agustus 20

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Kurikulum 2013 dan 2006

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Kurikulum 2013 dan 2006

Jakarta – Persoalan penerapan kurikulum 2013 masih terus diperbincangkan oleh banyak pakar maupun masyarakat. Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah ‎yang dipimpin oleh Anies Baswedan meminta untuk mencabut kembali kurikulum 2013, dan kembali ke kurikulum 2006.

Alasanya, berbagai konsep pendidikan di kurikulum 2013 sudah banyak terakomodasi dalam kurikulum 2006. Alasan lain Anies menilai, Kurikulum 2013 belum pernah dievaluasi namun sudah dipaksakan untuk diterapkan ke seluruh sekolah. Sehingga menurutnya, kurikulum ini merupakan buah dari keputusan pemerintah yang tergesa-gesa.

Lantas apa sebenarnya yang menjadi kelebihan dan kelemahan dari kurikulum 2013 dan 2006. Menurut Dewan Pendidikan Jawa Timur Zainuddin Maliki menilai, kurikulum tersebut memang disiilain masih mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Zainuddin mengatakan, jika diliat tujuan dan penerapanya kurikulum 2013 dianggap sudah ideal. Pasalnya, kurikulum ini memaksa siswa untuk memiliki kecerdasan ganda dengan dituntut ‎tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga psikomotrik dan afektif, sehingga aspek pembelajaran yang dikuasai siswa lebih luas.

“Sebab, metode pembelajarannya didesain siswa harus aktif. Dari sisi kognitif dan kontekstualnya, kurikulum ini layak diteruskan,” katanya, Sabtu (13/12/2014).

Namun Kurikulum 2013, menurut dia juga memiliki kekurangan. Dengan jumlah mata pelajaran yang terlalu banyak, maka kurikulum ini akan memberatkan siswa, dan menjadikan sistem pembelajaran di kelas menjadi tidak efektif, lantaran siswa tidak lagi fokus untuk mempelajari apa yang selama ini sudah menjadi jurusnya.

Kemudian kekurangan lainya yakni, berkaitan dengan rumusan kompetisi dasar yang ada dalam kurikulum 2013. Menurut Zainuddin, motode yang dipake untuk menerapkan kurikulum tersebut juga tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Lantaran, anak-anak banyak dibebani dengan kompetensi yang sebenarnya hanya cocok untuk usia dewasa.

“Kekurangan lainnya, guru akan kesulitan memberikan penilaian terhadap siswa karena terlalu banyak item kompetensi yang harus dinilai. Jadi, kalau dikerjakan semuanya, guru tidak punya kesempatan mengajar karena sibuk memberi nilai saja,” terangnya.

Sedangkan untuk kurikulum 2006 juga dinilai masih memiliki‎ kelebihan, yakni konsep satuan pendidikan yang dipake dalam kurikulum tersebut dinilai sangat sesuai dengan kondisi di lapangan. Sebab, siswa tidak dipaksa untuk menguasai semua mata pelajaran, sehingga pemberian nilai guru terhadap siswa menjadi lebih mudah.

“Kurikulum 2006 menjadikan sekolah sebagai subyek, tidak lagi obyek.” tuturnya.

Meski begitu, Zainuddin juga menilai kurikulum ini memiliki kekurangan, karena terkadang para guru kerepotan dalam menyusun rumusan satuan-satuan pendidikan. Hal ini disebabkan satuan-satuan pendidikan yang sudah lama tidak dibuatkan lagi secara mandiri.

“Karena sudah lama sekolah tidak menjadi subyek, sehingga berkesan kurikulumnya terserah sampeyan (sekolah),”‎ jelasnya.

Sebelumnya secara terpisah Anies mengatakan‎, penghapusan kurikulum 2013 hanya berlaku bagi sekolah yang baru menjalankan satu semester, dan diminta untuk kembali ke kurikulum 2006. Sedangkan bagi sekolah yang telah menjalankan kurikulum 2013 lebih dari tiga semester diperbolehkan untuk dilanjutkan.

Dari data yang dihimpun, setidaknya ada 211.779 sekolah yang akan dihentikan untuk memakai kurikulum 2013. ‎Sementara sekolah-sekolah yang masih menerapkan kurikulum 2013 akan menjadi percontohan. Namun, apabila ada sekolah ada yang merasa keberatan untuk dijadikan percontohan dengan alasan ketidaksiapan bisa mengajukan diri ke Kemendikbud untuk ‎dikecualikan.

Meski demikian, Anies berharap setiap guru memiliki kemampuan dasar untuk bisa men‎erapkan kurikulum 2013. Lantaran Kemendikbud juga tidak ingin terburu-buru untuk menerapkan kurikulum tersebut. “Jangan lihat dari kacamata saya. Tahapnya bisa 3-4 tahun tapi sangat ditentukan kondisi di lapangan,” kata Anies Sabtu (13/12/2014). (Abn)

 

Related posts