Jumat, 24 September 21

Inilah Fokus Pembahasan Tim Transisi dengan Boediono

Inilah Fokus Pembahasan Tim Transisi dengan Boediono

Jakarta – Tim Transisi Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dijadwalkan melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (2/9/2014). Pertemuan tersebut pastinya akan membahas mengenai pergantian kekuasaan dari pemerintahan kini menuju pemerintahan selanjutnya.

Namun, Deputi Tim Transisi Bidang Arsitektur Kabinet Andi Wijayanto mengatakan, fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut akan membahas terkait persoalan ekonomi makro, salah satunya adalah rencana pengalihan subsidi bahan bakar minyak dan dampaknya terhadap besaran inflasi.

“Kami harus menghitung, yang akan terkena dampaknya kelompok yang mana. Berapa juta penduduk, rumah tangga yang terkena dampak itu. Yang pasti jumlah angka kemiskinan naik,” ujar Andi, di Rumah Transisi, Jakarta, Senin (1/9/2014).

Menurutnya, Wapres Boediono punya pengalaman yang cukup mengenai persoalan ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, tim transisi ingin mengatahui berapa tingkat kemiskinan masyarakat Indonesia dari sisi ekonomi, untuk selanjutnya nanti akan dicari kebutuhan apa saja yang mesti dicari untuk pemerintah yang akan datang.

Selain persoalan ekonomi, persoalan lain yang akan dibahas oleh tim transisi adalah berkaitan dengan persoalan sosial, pengurangan kemiskinan dan sejumlah program pro rakyat‎ salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarkat (PNPM) yang dicetuskan pemerintahan SBY-Boediono. ‎

Menurut, Deputi Bidang Kajian APBN Tim Transisi, Hasto Kristiyanto mengatakan, Jokowi-JK menghendaki agar program tersebut terus berjalan diera pemerintahannya. Ia menilai, program tersebut sesuai dengan visi-misi Jokowi untuk memberdayakan masyarakat desa.

“Tentu saja kami melihat Pak Jokowi sangat tertarik dengan gagasan untuk meningkatkan sector pertanian. Ada identifikasi lahan-lahan pertanian yang setahun cuma bisa panen satu kali karena masalah pertanian, irigasi, akan menjadid skala prioritas untuk disiapkan,” terangnya. (Abn)

 

Related posts