Kamis, 26 Mei 22

Inilah Aransemen Jazz Pertama Kali di Dunia

Inilah Aransemen Jazz Pertama Kali di Dunia

Jakarta, Obsessionnews – Rumah Karya Sjuman kembali mempersembahkan penampilan pertunjukan seni ballet yang diiringi musik jazz di ujung tahun 2015. Pertunjukan Ballet dengan diringi Live Jazz Orchestra yang pertama kalinya di Indonesia diproduksi oleh Rumah Karya Sjuman yang akan dilaksanakan 19 dan 20 Desember 2015 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

“Pertunjukan ballet yang diiringi live jazz orchestra pertama kalinya di Indonesia, bahkan pertama kalinya di dunia. ‘The Nutcracker in Jazz’ ini juga bukan saja menampilkan koreo yang klasik saja, melainkan koreo kontemporer disetiap koreografinya,” ujar Arya Yudistira Syuman dalam jumpa wartawan di Lobby Graha Bhatik Budaya, TIM, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2015).

Aransemen Jazz2

‘The Nutcracker’ tentunya tidak asing lagi di kalangan penari dan penggemar ballet. Pertunjukan ballet klasik yang terdiri dari 2 babak dengan koreografi dan musik yang sangat menghanyutkan ini bercerita tentang seorang gadis yang mendapatkan hadiah Natal sebuah boneka Nutcracker serta perjalanan mereka.

Pertunjukan ‘The Nutcracker’ dengan koreografi asli yanh dibuat oleh Marius Petipa dan Lev Ivanov diiringi musik karya Pyotr Illych Tchaikovsky. Pertunjukan ini selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan ditampilkan oleh semua sekolah ballet di dunia tanpa terkecuali ballet Sumber Cipta.

Aransemen Jazz3

Pada tahun ini Sumber Cipta akan menampilkan ‘The Nutcracker in Jazz’ dalam repetoire ballet kontemporer modern dengan penata artistik Arya Yudistira Syuman, dimana musiknya diaransemen dalam bentuk jazz dan dibawakan oleh live jazz orchestra mengiringi tarian.

Dalam pementasan ini menampilkan dan melibatkan para siswa dan pengajar Ballet Sumber Cipta, alumni dan siswa terpilih dari Sjuman School of Music yang dipimpin oleh Aksan Sjuman sebagai tim aransemen musik.

“Kami akan menampilkan tarian yang tidak biasa. Jumlah penari yang akan tampil ada 120 penari, dan usia paling kecil itu 8-9 tahun. Dan untuk kostum sendiri akan menggunakan kostum kontemporer. Selain itu, kami juga menggunakan multimedia untuk latar di panggung,” ucap Aksan Sjuman, sang Music Director pertunjukan ‘The Nutcracker in Jazz’.

Aransemen Jazz4

Aksan melanjutkan pertunjukan ‘The Nutcracker in Jazz’ ini mengaransemen musik masuk dalam kontempor jazz. Aransemen dilakukan bersama murid dari Sjuman School of Music. Selain itu, aransemen yang dibuat juga sudah standar internasional.

“Pertunjukan ‘The Nutcracker in Jazz’ akan menampilkan sesuatu yang berbeda dari “The Nutcracker” yang ditampilkan oleh sekolah ballet manapun. Beda kali ini kami menampilkannya dengan musik klasik jazz,” kata Arya Yudistira Syuman. (Mariana)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.