Minggu, 29 Januari 23

Inilah Alasan Ternak Wajib Puasa Sebelum Dikurbankan

Inilah Alasan Ternak Wajib Puasa Sebelum Dikurbankan

Semarang, Obsessionnews – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinkeswan) Provinsi Jawa Tengah kembali mengumpulkan para stakholder di Satuan Kerja Sapi Sumberejo, Desa Sumberejo, Kecamata Kaliwungu, Kabupaten Kenda terkait jelang Idul Adha, Senin (21/9/2015).

Hadir dalam acara Majelis Ulama Indonesia, Dinas Pertanian Kota Semarang, Dewan Mesjid Indonesia cabang Jawa Tengah, Kementerian Agama Jawa Tengah dan Kota Semarang beserta Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Diponegoro (Undip) serta beberapa takmir masjid di Kota Semarang.

Kegiatan dimaksudkan untuk memberi sosialisasi terkait daging Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH) sekaligus praktik menangani hewan kurban berdasarkan kaidah kesejahteraan hewan. “Jadi tadi praktik merobohkan hewan dengan menggunakan analogi yang mudah. Supaya hewan tidak memar dan tidak tersiksa,” terang Kepala Dikkeswan Jateng, Agus Wariyanto saat dihubungi obsessionnews.com via telefon selular.

Selama acara, para peserta mendapat pengetahuan baru terkait penyembelihan hewan kurban. Berdasarkan penjelasan guru besar Fakultas Pertanian dan Peternakan Undip, Prof. Much. Arifin, hewan ternak disarankan untuk dipuasakan 12 jam terlebih dahulu sebelum disembelih.

Terdapat dua manfaat dari metode tersebut. Manfaat pertama, daging yang didapat lebih bagus dibanding ternak yang tidak dipuasakan. “Karena saat disembelih, darah hewan 30% masih berada di dalam daging. Kenapa dipuasakan? Supaya darah yang dikandung sedikit. Dengan sedikitnya kandungan darah maka daging akan lebih awet,” ujarnya menerangkan penjelasan Prof. Much. Arifin.

Darah dalam daging hewan hidup, lanjutnya, terus mendapat oksigen. Usai disembelih, otomatis darah berhenti dan terserap membuat kualitas daging menurun. Walaupun saat ini metode menggantung daging untuk menumpahkan darah sudah diketahui masyarakat, menurut Prof. Much Arifin 30% darah masih terkandung di dalam daging. Pemberlakuan puasa bagi ternak hanya tercakup pada makanan saja.

“Tapi ternak tetap diberi minum. 12 jam bukan malah membuat ternak kelaparan. Justru dengan puasa, daging ternak akan menjadi lebih baik,” terang Agus.

Manfaat kedua dari puasa ternak, biaya pakan menjadi terpangkas. Memang, fakta di lapangan banyak peternak berlomba-lomba memberi pakan agar ternak menjadi gemuk mendekati hari H.

“Itu (pakan) kan terbuang juga. Wong setelah disembelih juga itu (pakan) belum diserap,” imbuh dia.

Terkait penyembelihan, Dikkeswan juga memberi informasi cara menyembelih hewan yang benar. Selama ini, kebanyakan masyarakat menyembelih hewan dengan dijegal dan langsung dipotong urat nadinya. Melalui pelatihan, peserta diajarkan merubuhkan hewan menggunakan tali, tanpa harus menjegal.

Antusiasme peserta terbilang tinggi. Agus mengaku para peserta meminta acara terpadu semacam ini digelar jauh hari seperti Bazaar hewan kurban. Dikkeswan menyediakan sekitar 30 ekor sapi dan 20 ekor kambing dalam Bazaar tersebut. (Yusuf IH).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.