Minggu, 28 Februari 21

Inilah 4 Penyakit Hati yang Bikin Amal Ibadah Kita Sia-sia

Inilah 4 Penyakit Hati yang Bikin Amal Ibadah Kita Sia-sia
* Amalan yang sia-sia. (Tangkapan layar YouTube)

Inilah bahaya terbesar bagi ahli ibadah, karena banyak melakukan amal ibadah yang tak bernilai di hadapan Allah.

Ada 4 (empat) penyakit hati yang bisa membuat amal ibadah kita sia sia :

1⃣ Riya
Penyakit riya adalah halus dan lembut, kerana ia memperindah amal ibadah agar mendapat penilaian baik dari orang lain. Tanpa sedari kita sering melakukan itu, contoh macam baca Alquran lebih lama dan lebih sedap bila ada orang lain, sholat yang dibuat buat khusu’ ketika ada orang lain. Berinai sedeqah hanya bila orang tengok dan banyak lagi..

*“Maka kecelakaanlah bagi orang orang yang sholat, yaitu orang yang lalai dalam solatnya, yang berbuat riya’.* *(Al Maa’uun 4-6)*

2⃣ Sum’ah
Sum’ah adalah mengingatkan orang segala perbuatan baik yang pernah di buat agar diketahui orang lain. Harapannya setelah itu orang lain akan memuji, akan mendapatkan penilaian baik, penghargaan atau sebagainya.

Kadangkala kita tak perasan yang kita selalu buat macam tu.., ada perasaan nak mengungkit kepada orang lain bahwa kita telah melakukan sesuatu, macam kita boleh buat sesuatu, hebat atas satu perkara , lepas tu akhirnya kita ceritakanlah segala amalan kita tersebut. Ini sangat berbahaya sekali karena akan menghilangkan pahala atas amal ibadah yang sudah kita lakukan.

“Hai orang orang yang beriman, janganlah engkau menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut nyebutnya” (Al Baqarah 264)

3⃣ Ujub
Ujub adalah sifat mengagumi diri sendiri atas kelebihan yang dimiliki atas orang lain dan tidak mengembalikan kekuasan atas semuanya kepada Allah.

Setiap manusia memiliki kelebihan yang berbeda dari orang lain, dan hakikatnya itu semua adalah milik Allah, tak boleh kita berbangga diri dan merasa semua adalah hasil jerih payah sendiri, usaha sendiri.

“Bagi Allah semua kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada diantaranya”
(Al Maidah 120)

4⃣ Takabur
Takabur mempunyai sama makna dengan ta’azum yang artinya menampakan keagungan dan kebesarannya dibandingkan orang lain.

Kalau ujub itu perasaan dalam hati, bahaya takabur lebih pada upaya menampakkan kelebihan secara bongkak hati, tinggi perasaan. Selalu kita menggunakan istilah sombong untuk hal ini yang bermaksud merasakan perasaan diri nya lebih baik dari orang lain dan meremehkan orang lain.

“maka masuklah ke pintu pintu neraka jahanam, kamu kekal didalamnya, maka amat buruklah tempat orang orang yang menyombongkan diri” ( An Naml 29 )

Rasulullah saw yang kita kenal mempunyai kelebihan dan kemuliaan yang tak terhingga tetap memanggil para pengikutnya dengan “sahabat” yang artinya berupaya mengajarkan equality, bahwa semua orang sama dihadapan Allah kecuali mereka yang tinggi taqwanya.

Ini menjadi pelajaran penting buat kita untuk selalu menjaga hati kita, dari perasaan Riya, dari perilaku sum’ah, dari rasa ujub, dan dari bahaya takabur.

Semoga kita semua menjadi insan yang pandai menjaga hati, menjaga amal ibadah agar mendapatkan penilaian terbaik dihadapan Allah, dan menjadi Sahabat Rasulullah di hari akhirat nanti, insyaAllah, Aamiin. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.